BOGOR, BeritaTKP – Tim SAR gabungan kembali melanjutkan pencarian seorang aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, Bayu Zulkarnain, yang diduga terjatuh ke Sungai Cisadane, Cipaku, Bogor Selatan, Jawa Barat.
Memasuki hari kedua pencarian, sejumlah barang milik korban telah ditemukan. Tas dan helm korban ditemukan mengambang sekitar 100 meter dari titik yang diduga menjadi lokasi korban terjatuh. Sementara sepeda motor milik korban ditemukan dalam kondisi tergeletak di atas jembatan.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko, membenarkan temuan tersebut.
“Motornya ditemukan di atas tergeletak, terus helm dan tasnya itu ada di muka air sekitar 100 meter dari dugaan titik jatuh,” ujar Tiko saat dihubungi, Jumat (14/8/2026).
70 Personel Dikerahkan
Tiko mengatakan, pencarian Bayu dilakukan pada hari kedua dengan melibatkan sekitar 70 personel dari berbagai unsur.
Tim gabungan tersebut terdiri atas personel BPBD, Basarnas, kepolisian, Damkar, Tagana, serta masyarakat.
Pencarian dilakukan dengan membagi personel ke dalam beberapa tim. Salah satunya adalah tim selam yang bertugas melakukan pencarian di dalam aliran sungai.
“Nah, ini sedang dilakukan proses penyelamatan oleh tim selam gabungan. Ada dari Damkar, ada dari Basarnas, ada dari BPBD,” jelas Tiko.
Selain pencarian di dalam sungai, petugas juga membentuk tim penyisiran darat untuk memantau kondisi di sekitar lokasi.
Tim tersebut melakukan pengecekan terhadap jaring yang telah terpasang serta menyisir area sekitar 100 hingga 200 meter dari lokasi kejadian.
Pencarian Dilakukan di Tengah Medan Berbatu
Menurut Tiko, kondisi di sekitar lokasi pencarian cukup menantang karena terdapat banyak bebatuan dan sejumlah jaring alami yang berada di aliran sungai.
Karena itu, proses pencarian dilakukan dengan mengoptimalkan berbagai metode, baik melalui penyelaman maupun penyisiran dari darat.
“Jadi masih banyak bebatuan dan segala macam. Jadi ada tim sisir darat atau visualisasi darat dan juga ada tim selam. Kita optimalkan berbagai sumber. Mudah-mudahan hari ini proses pencariannya bisa membuahkan hasil,” katanya.
Petugas terus menyisir area yang dianggap memiliki kemungkinan menjadi lokasi korban terbawa arus.
Diduga Terjatuh Saat Melintasi Jembatan
Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (13/8/2026) sekitar pukul 19.00 WIB.
Bayu diduga terjatuh ke Sungai Cisadane ketika melintasi sebuah jembatan yang menjadi jalur sepeda motor.
Menurut Tiko, kondisi turunan jembatan di lokasi memang cukup curam. Namun, jalur tersebut diketahui merupakan rute yang biasa dilalui korban dalam aktivitas sehari-hari.
“Kalau kronologinya ini kan kalau dilihat memang jembatan jalur motor, memang turunannya agak cukup curam. Cuma sehari-hari beliau pulang-perginya memang melalui jalur jembatan ini,” jelasnya.
Petugas menduga korban terjatuh ketika melewati bagian turunan di ujung jembatan.
Dugaan tersebut diperkuat dengan ditemukannya sepeda motor korban di atas jembatan, sementara helm dan tas korban ditemukan mengambang di sungai sekitar 100 meter dari titik yang diduga menjadi lokasi korban jatuh.
“Posisinya mungkin ya qadarullah. Pada saat kejadian kemarin di posisi turunan ujung jembatan mungkin yang terjatuh seperti itu,” tambah Tiko.
Tim SAR Masih Berupaya Menemukan Korban
Hingga Jumat (14/8/2026), Bayu Zulkarnain masih dalam pencarian.
Tim SAR gabungan terus melakukan penyisiran di sepanjang aliran Sungai Cisadane, baik melalui pencarian bawah air maupun penyisiran dari darat.
Temuan sejumlah barang milik korban menjadi petunjuk bagi petugas untuk mempersempit area pencarian. Namun, hingga pencarian hari kedua berlangsung, keberadaan Bayu masih belum diketahui.
Petugas akan terus mengoptimalkan pencarian dengan mempertimbangkan kondisi arus sungai, medan berbatu, serta kemungkinan pergerakan korban terbawa arus.(æ/red)





