KENDARI, BeritaTKP.com – Niat ingin mengutang rokok berujung pada aksi kriminalitas perusakan. Sekelompok pemuda mengamuk dan menyerang sebuah kios milik warga di Jalan Laode Hadi, Kelurahan Wawowanggu, Kecamatan Kadia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), pada Rabu (22/7/2026) dini hari sekitar pukul 02.00 Wita.

Aksi penyerangan tersebut dipicu oleh kekesalan seorang pria berinisial IK lantaran permintaannya untuk berutang rokok ditolak mentah-mentah oleh pemilik kios.

Pemilik kios, Aris, menceritakan bahwa insiden bermula ketika IK mendatangi tokonya bersama seorang rekan untuk meminta utang rokok. Namun, Aris terpaksa menolak permintaan tersebut karena pelaku memiliki catatan utang sebelumnya yang belum juga dilunasi.

“IK ini datang bersama temannya mau mengutang rokok di kiosku. Sebelum kejadian dia sudah mengutang, makanya tidak saya beri lagi,” ungkap Aris, Kamis (23/7/2026).

Datang Membawa Parang dan Lempar Batu Mendapat penolakan, IK sempat meninggalkan lokasi dengan rasa kesal. Tak berselang lama, ia kembali mendatangi kios Aris dengan membawa sekitar tujuh orang teman. Kelompok tersebut datang sambil menenteng senjata tajam berupa parang untuk mengintimidasi korban.

Tidak hanya melontarkan ancaman, para pelaku yang beringas juga menghancurkan kios korban dengan cara melempari bangunan menggunakan batu. Akibat amukan kelompok tersebut, fasilitas kios mengalami kerusakan parah, termasuk kaca etalase dan lemari dagangan yang hancur berkeping-keping.

“Dia pergi panggil teman-temannya ada tujuh orang dan bawa parang. Mereka mengancam saya. Pecah semua kaca-kaca etalase sama lemari mereka lempar pakai batu,” tutur Aris.

Usai melampiaskan amarah dan merusak tempat usaha korban, para pelaku langsung kabur melarikan diri. Tidak terima dengan aksi premanisme tersebut, Aris kemudian mendatangi Polresta Kendari untuk membuat laporan resmi agar para pelaku segera ditangkap.

Polisi Lakukan Penyelidikan KBO Reskrim Polresta Kendari, Ipda Muh Nur, membenarkan adanya laporan tindak pidana perusakan dan ancaman kekerasan tersebut. Pihak kepolisian saat ini tengah bergerak cepat melakukan penyelidikan mendalam serta memanggil sejumlah saksi guna mengidentifikasi seluruh pelaku yang terlibat.

“Saat ini kami masih melakukan penyelidikan dan memanggil saksi-saksi. Korban juga sudah membuat laporan ke Polresta Kendari,” jelas Ipda Muh Nur.(æ/red)