Proses pelepasan borgol siswa STMJ Ponorogo

PONOROGO, BeritaTKP.com – Seorang siswa SMKN 1 Jenangan (STMJ) Ponorogo harus meminta bantuan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) setelah borgol yang digunakannya sebagai mainan tidak dapat dilepas dari tangannya.

Borgol tersebut akhirnya berhasil dilepaskan oleh petugas Damkar menggunakan alat gerinda dalam waktu sekitar 15 menit.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP Ponorogo, Bambang Supeno, mengatakan kejadian tersebut berlangsung pada Kamis (16/7/2026) malam. Laporan diterima pihak Damkar sekitar pukul 21.10 WIB dan langsung ditangani oleh Regu D Damkar Ponorogo.

“Korban datang ke Damkar karena borgol yang dipakai di tangannya tidak bisa dilepas. Sebenarnya proses pelepasannya tidak terlalu lama, sekitar 15 menit,” ujar Bambang, Jumat (17/7/2026).

Borgol Ditemukan di Sekolah

Menurut keterangan siswa tersebut, borgol itu ditemukan saat berada di lingkungan sekolah. Barang tersebut kemudian dibawa pulang dan digunakan sebagai mainan bersama teman-temannya.

“Menurut ceritanya, di sekolah menemukan borgol itu, kemudian dibawa pulang. Di rumah dipakai mainan bersama teman-temannya. Mungkin tidak memperhatikan kalau untuk melepas borgol harus menggunakan kunci, sementara kuncinya tidak ada,” jelas Bambang.

Saat borgol sudah terpasang di tangannya, siswa tersebut sempat mencoba melepasnya sendiri. Namun usaha tersebut tidak berhasil karena tidak memiliki kunci pembuka borgol.

Karena kesulitan, siswa tersebut akhirnya datang ke kantor Damkar Ponorogo dengan diantar temannya untuk meminta pertolongan.

Borgol Dipotong Menggunakan Gerinda

Petugas Damkar kemudian melakukan proses pelepasan dengan hati-hati menggunakan gerinda. Bambang memastikan proses tersebut berjalan aman karena kondisi borgol tidak terlalu mengikat kuat pada tangan siswa.

“Kita potong pakai gerinda. Borgolnya tidak terlalu kencang di tangan, masih longgar dan tidak sampai mengenai kulit,” ungkapnya.

Bambang menyebut kejadian pelepasan borgol tersebut menjadi pengalaman pertama bagi Damkar Ponorogo. Selama ini, petugas lebih sering menangani kasus pelepasan cincin atau benda lain yang terjepit.

“Kalau pelepasan borgol baru kali ini. Biasanya yang kami tangani pelepasan cincin,” pungkas Bambang.

Setelah borgol berhasil dilepaskan, kondisi siswa tersebut dinyatakan aman dan tidak mengalami cedera.(æ/red)