SAMPANG, BeritaTKP.com – Kondisi psikologis remaja perempuan berusia 15 tahun yang menjadi korban kekerasan seksual oleh 27 pria di Sampang, Madura, menjadi perhatian serius. Korban dilaporkan mengalami trauma berat akibat peristiwa yang dialaminya sejak Februari hingga Mei 2026 tersebut.

Kapolres Sampang, AKBP Hartono, mengungkapkan bahwa pihak Polda Jawa Timur dan Dinas Sosial Pemprov Jatim telah terjun langsung memberikan pendampingan psikologis kepada korban. Upaya ini dilakukan untuk membantu proses pemulihan trauma mendalam yang dialami sang remaja.

“Tim dari kedua institusi ini sudah mendatangi rumah korban. Yang bersangkutan bahkan sudah dua kali menjalani pemeriksaan psikiater sebagai bagian dari upaya pemulihan trauma,” ujar Hartono, Selasa (14/7/2026).

Diancam dan Dicekoki Miras Hasil penyidikan tim Reskrim Polres Sampang mengungkap bahwa aksi bejat tersebut diduga dilakukan secara berulang. Korban tidak berani melapor kepada keluarganya karena mendapatkan ancaman dari para pelaku. Selain itu, ada dugaan kuat bahwa korban dicekoki minuman keras sebelum dipaksa melayani keinginan para pelaku di tiga lokasi berbeda, yakni di Kecamatan Sampang, Omben, dan Camplong.

Pengejaran 14 Pelaku Lainnya Hingga saat ini, pihak kepolisian telah mengamankan 13 orang tersangka, dengan penangkapan terbaru seorang pelaku berinisial W (17) pada Minggu (12/7/2026). Sementara itu, 14 pelaku lainnya masih masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Polres Sampang kini bekerja sama dengan polres lain di wilayah Madura serta mendapat backup penuh dari Polda Jatim untuk mempercepat penangkapan seluruh tersangka. Para tersangka yang telah diamankan terancam hukuman penjara maksimal 15 tahun berdasarkan UU Perlindungan Anak dan KUHP.

“Polres Sampang telah berkoordinasi dengan polres-polres lain di Madura untuk bisa membantu mempercepat pencarian tersangka lainnya, bahkan Polda Jatim juga turun tangan,” tambah Hartono.

Kapolres juga mengimbau agar para pelaku yang masih buron untuk segera menyerahkan diri. Selain itu, ia berpesan kepada para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak mereka guna mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.(æ/red)