Lampung, BeritaTKP.com – Tim Tekab 308 Presisi Polda Lampung berhasil menangkap salah satu buronan utama dari sindikat spesialis pembobol dealer sepeda motor yang beroperasi di berbagai wilayah Lampung. Tersangka yang diringkus berinisial Warisul Ambiya, warga Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran.
Aksi Komplotan yang Terekam CCTV
Kelompok ini dikenal cukup rapi dan terorganisir. Salah satu aksi mereka yang terekam kamera pengawas (CCTV) terjadi di sebuah Dealer Honda di Kota Metro pada April 2026. Dalam aksinya, komplotan ini:
- Memanjat pagar dan memotong kawat berduri.
- Masuk ke area showroom melalui pintu rolling door.
- Membawa kabur tujuh unit motor (lima Honda CRF150, satu Honda Beat Street, satu Honda Supra GTR), helm, serta aksesori motor.
- Total kerugian dari satu lokasi tersebut ditaksir mencapai Rp 230 juta.
Wilayah Operasi dan Total Kejahatan
Menurut Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Lampung, Kombes Pol Indra Hermawan, sindikat ini diduga telah mencuri sedikitnya 30 unit sepeda motor di beberapa wilayah, antara lain:
- Dealer Honda Gading Rejo, Pringsewu: 6 unit.
- Dealer Yamaha Gedong Tataan, Pesawaran: 7 unit.
- Dealer Yamaha Hajimena, Natar: 6 unit.
- Dealer Honda Tanjung Bintang, Lampung Selatan: 4 unit.
- Dealer Honda Metro: 7 unit.
Penangkapan Pelaku
Warisul Ambiya merupakan bagian dari kelompok Bahroni dan Hamli, tersangka yang juga terlibat dalam kasus penembakan anggota Polda Lampung, almarhum Anumerta Arya Supena.
Setelah menjadi buronan (DPO), Warisul akhirnya diringkus pada 8 Juli 2026 di kawasan Durian Payung, Bandar Lampung. Saat proses penangkapan, tersangka sempat mencoba melawan dan melarikan diri, sehingga petugas terpaksa memberikan tindakan tegas dan terukur pada bagian kaki.
Proses Hukum
Tersangka Warisul mengakui perbuatannya dalam seluruh aksi pembobolan tersebut. Atas tindakannya, ia dijerat dengan Pasal 477 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan pengembangan untuk mengejar anggota sindikat lainnya yang masih buron.(æ/red)





