Penampakan terduga pelaku pembunuhan Sekdin PKPR Bangkalan/Foto: Dok. Istimewa

Sidoarjo, BeritaTKP.com – Penyelidikan terkait kematian Ruly Yunis Setiawati (50), Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Bangkalan, yang ditemukan tak bernyawa di dalam mobil dinas di area parkir Bandara Juanda, terus bergulir. Fakta baru terungkap mengenai latar belakang perkenalan korban dengan pria yang diduga terakhir bersamanya.

Berawal dari Komunikasi Jarak Jauh

Kuasa hukum keluarga korban, Risang Bima Wijaya, mengungkapkan bahwa korban dan pria misterius tersebut diduga sudah saling mengenal cukup lama, namun hanya sebatas komunikasi daring (online) atau melalui sambungan telepon.

“Informasi yang kami peroleh, mereka sudah saling mengenal cukup lama, tetapi hanya melalui komunikasi online atau telepon. Pertemuan secara langsung baru pertama kali terjadi saat kejadian itu,” ujar Risang, Senin (6/7/2026).

Pola ini menimbulkan dugaan adanya modus love scam, di mana pelaku membangun kedekatan emosional dan kepercayaan korban melalui komunikasi intens dalam waktu lama sebelum akhirnya merencanakan pertemuan tatap muka.

Ketidaktahuan Pihak Keluarga

Fakta yang cukup mengejutkan adalah pihak keluarga dari kedua belah pihak sama sekali tidak mengetahui adanya hubungan antara korban dan pria tersebut. Keluarga Ruly Yunis Setiawati mengaku sangat terkejut saat mengetahui fakta tersebut setelah musibah terjadi.

Identitas Terduga Pelaku Masih Simpang Siur

Terkait sosok pria yang diduga bersama korban, beredar informasi di media sosial bahwa pria tersebut dipanggil dengan nama Erlan. Kabar yang beredar juga menyebutkan ia diduga pernah bekerja di instansi BPPN (yang dibubarkan pada 2004) dan berdomisili di Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang.

Namun, Risang menegaskan bahwa informasi tersebut belum terverifikasi dan masih bersifat kabar burung di masyarakat.

“Semua informasi yang beredar itu masih sebatas kabar yang berkembang di masyarakat dan media sosial. Kami tidak bisa membenarkan sebelum ada hasil penyelidikan dan pernyataan resmi dari aparat penegak hukum,” tegasnya.

Dugaan Korban Lain

Selain itu, pihak keluarga menerima informasi dari sejumlah orang yang mengaku pernah menjadi korban dugaan penipuan dengan modus serupa dari individu yang sama. Hal ini memunculkan spekulasi bahwa terduga pelaku mungkin tidak bekerja seorang diri.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban serta memburu pria yang diduga terakhir bersama korban. Belum ada keterangan resmi mengenai motif maupun status tersangka dalam kasus ini.(æ/red)