Surabaya,Berita TKP— Doa Bersama Lintas Agama menjadi puncak rangkaian Festival Joko Dolog Surabaya 2026 yang diselenggarakan di Cagar Budaya Arca Joko Dolog, RW 02, Kelurahan Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng, Kota Surabaya. Kegiatan ini merupakan wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa melalui tradisi Sedekah Bumi dan Ruwatan, sekaligus sebagai upaya melestarikan nilai-nilai budaya, spiritualitas, serta mempererat kerukunan antarumat beragama.
Prosesi diawali dengan Doa Bersama Lintas Agama, kemudian dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur, kebersamaan, dan harapan akan keberkahan bagi seluruh masyarakat. Pada malam harinya, acara ditutup dengan Pagelaran Wayang Kulit yang dibawakan oleh Ki Dalang Suwito Sei Mudo Darsono dengan lakon “Wahyu Ponco Mulyo”, yang mengandung pesan tentang kepemimpinan, kebijaksanaan, kemakmuran, dan kesejahteraan bagi bangsa dan masyarakat.
Festival Joko Dolog Surabaya 2026 berlangsung selama 2 hari 2 malam dengan berbagai rangkaian kegiatan budaya dan spiritual, di antaranya Ruwatan Massal, Live Music Abdi Dalem Band, Talk Show Kebudayaan, Kesenian Jaranan, Semedi Bersama 99 Orang, Kirab Budaya, Tari Remo, Doa Bersama Lintas Agama, hingga Pagelaran Wayang Kulit.
Seluruh kegiatan menjadi wujud nyata pelestarian budaya adiluhung Nusantara sekaligus menghidupkan kembali nilai-nilai kearifan lokal di kawasan Cagar Budaya Arca Joko Dolog.
Ketua Seduluran Abdi Dalem Eyang Joko Dolog sekaligus Ketua Panitia, Khoirul Anam, S.H., menyampaikan bahwa Festival Joko Dolog merupakan agenda budaya tahunan yang diselenggarakan setiap Bulan Suro sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan leluhur, sekaligus memperkuat nilai persatuan, gotong royong, dan kecintaan masyarakat terhadap budaya bangsa.
Sementara itu, Romo Arif dan Mbah Sugianto selaku Juru Kunci Cagar Budaya Arca Joko Dolog mengaku sangat bersyukur dan bahagia atas terselenggaranya festival tersebut. Mereka berharap kegiatan ini mampu memperkenalkan Cagar Budaya Arca Joko Dolog kepada masyarakat yang lebih luas sehingga semakin dikenal sebagai salah satu situs sejarah dan budaya penting di Kota Surabaya.
Melalui Festival Joko Dolog Surabaya 2026, panitia berharap semangat pelestarian budaya, kerukunan antarumat beragama, serta nilai-nilai luhur warisan leluhur terus terjaga. Festival ini diharapkan dapat terus diselenggarakan setiap tahun dengan penyelenggaraan yang semakin baik, semakin meriah, serta memberikan manfaat bagi masyarakat, budaya, dan pariwisata Kota Surabaya.
Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan kesehatan, keselamatan, rezeki yang berkah dan barokah kepada seluruh masyarakat, serta menjaga kelestarian budaya Indonesia untuk generasi yang akan datang. (rstw/kc)





