SURABAYA, BeritaTKP.com — Di tengah gencarnya program Presisi dan kampanye Zona Integritas oleh institusi Kepolisian Republik Indonesia, realita di lapangan justru memperlihatkan ironi yang mencolok.
Satpas Colombo Polrestabes Surabaya, yang seharusnya menjadi contoh pelayanan publik yang bersih dan profesional, kini diduga menjadi sarang praktik calo dan permainan orang dalam yang tertata rapi.
Pantauan awak media dalam beberapa hari terakhir menunjukkan aktivitas mencurigakan di sekitar area Satpas. Puluhan orang yang diduga kuat sebagai calo tampak bebas beroperasi tanpa rasa khawatir.
Mereka aktif menawarkan “jalur cepat” pengurusan SIM kepada para pemohon, dengan biaya yang jauh lebih mahal dari tarif resmi.
Seorang warga yang dimintai keterangan mengungkapkan bahwa jalur lewat calo bisa menelan biaya dua kali lipat dari harga yang ditetapkan oleh negara.“Kalau lewat calo bisa cepat, tinggal tunggu seminggu, jadi. Tapi mahalnya bukan main,” ujarnya kepada awak media. Ia juga menyebut, jika memilih jalur resmi, pemohon harus menghadapi berbagai prosedur yang lambat dan cenderung dipersulit.
Pertanyaannya sekarang: Apakah publik masih bisa berharap pada keadilan dalam pelayanan publik, atau sistem ini memang sudah dikuasai oleh pihak-pihak yang bermain di belakang layar?
Masyarakat kini menunggu respons dan ketegasan dari Kapolrestabes Surabaya dan Polda Jawa Timur untuk segera membenahi kondisi ini, sebelum kepercayaan publik terhadap institusi Polri terkikis habis.(Tim Media/I’m)





