Ponorogo, BeritaTKP.com – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Ponorogo melaksanakan operasi penindakan terhadap aksi balap liar selama masa libur sekolah. Dalam operasi tersebut, polisi berhasil mengamankan sebanyak 250 unit kendaraan, di mana sebagian besar pengendaranya adalah pelajar tingkat SMP dan SMA.

Kasatlantas Polres Ponorogo, AKP Dewo Wishnu Setya Kusuma, menyatakan bahwa penindakan ini dilakukan untuk menekan maraknya aktivitas balap liar yang sering meresahkan warga serta membahayakan keselamatan pengguna jalan lain. Ia menjelaskan bahwa hampir 70 persen dari pelaku yang terjaring di wilayah Kota Ponorogo merupakan kalangan pelajar.

Operasi ini berlangsung selama dua minggu, terhitung sejak akhir Mei hingga awal Juni 2026. Seluruh kendaraan yang diamankan akan disita dan ditindak secara tegas namun tetap terukur agar memberikan efek jera bagi para pelakunya. Razia sengaja difokuskan pada masa libur sekolah mengingat periode ini dinilai sebagai waktu yang paling berpotensi memicu munculnya aksi balap liar.

Beberapa lokasi yang menjadi titik pengawasan dan diketahui rawan terjadi balap liar meliputi kawasan Alun-alun Ponorogo, Jalan Baru, Jalan Urip Sumoharjo, serta wilayah Kecamatan Babadan, yang umumnya berada di ruas jalan yang relatif sepi. Dari total kendaraan yang disita, sekitar 95 persen berjenis sepeda motor, sedangkan sisanya adalah kendaraan roda empat.

Meskipun masa libur sekolah masih berlangsung, jajaran Satlantas memastikan akan terus melakukan patroli dan penindakan setiap hari sesuai arahan Kapolres Ponorogo. Dalam satu kali pelaksanaan razia, petugas rata-rata dapat menjaring sekitar 20 hingga 25 kendaraan. Sebagian besar pengendara pelajar tersebut diketahui belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM), sehingga kendaraannya harus ditahan sebagai bentuk tindakan tegas.

Selain itu, diketahui bahwa para pelaku tidak hanya berasal dari Kota Ponorogo saja. Sebagian datang dari kecamatan lain seperti Babadan dan Ngrayun, serta sekitar 5 persen di antaranya berasal dari luar daerah, tepatnya dari Kabupaten Magetan.(æ/red)