Jakarta. BeritaTKP.com – Kasus kematian seorang pria berinisial DM (29) di kawasan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, akhirnya mulai terungkap setelah penyelidikan yang berlangsung lebih dari satu bulan. Korban meninggal dunia setelah diduga dikeroyok dan dijatuhkan dari lantai dua sebuah tempat biliar menyusul perselisihan yang dipicu konflik asmara.

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu dini hari, 10 Mei 2026. Saat itu, korban datang ke lokasi bersama kekasihnya. Situasi kemudian memanas setelah terjadi cekcok antara pacar korban dan seorang perempuan yang berada dalam kelompok pelaku.

Menurut hasil penyelidikan, korban berusaha membela pasangannya dan terlibat adu mulut dengan rombongan pelaku. Perselisihan itu berlanjut hingga ke area tangga dan berubah menjadi aksi kekerasan.

Korban disebut sempat memiting salah seorang pria dari kelompok lawan. Tindakan tersebut memicu reaksi dari rekan-rekan pria tersebut yang kemudian berusaha melepaskannya. Ketegangan yang terjadi berkembang menjadi pengeroyokan terhadap korban.

Dalam proses penyidikan, polisi menemukan indikasi bahwa korban tidak hanya dianiaya, tetapi juga sengaja didorong hingga terjatuh dari lantai dua bangunan. Sebelum korban jatuh, terjadi aksi pemukulan yang melibatkan beberapa orang.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka serius dan langsung dilarikan ke rumah sakit. Selama empat hari menjalani perawatan dalam kondisi koma, nyawa korban akhirnya tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia.

Setelah melakukan penyelidikan intensif, aparat kepolisian berhasil menangkap tiga orang yang diduga terlibat dalam kasus tersebut. Ketiganya berinisial NA, AE, dan MLS. Dua di antaranya masih berstatus anak di bawah umur, sementara satu pelaku lainnya merupakan orang dewasa.

Penangkapan dilakukan di sejumlah lokasi berbeda, termasuk wilayah Jakarta Barat dan Rangkasbitung, Banten. Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa rekaman kamera pengawas (CCTV) serta pakaian yang dikenakan para pelaku saat kejadian.

Meski tiga tersangka telah diamankan, penyidik masih memburu lima orang lainnya yang diduga turut terlibat. Salah satu yang menjadi fokus pengejaran adalah pelaku utama yang diduga mendorong korban hingga jatuh dari lantai dua.

Polisi mengungkap bahwa pelaku utama sempat mengancam rekan-rekannya agar tidak membocorkan lokasi persembunyiannya. Ancaman tersebut diduga dilakukan untuk menghambat proses penyelidikan.

Saat ini, seluruh tersangka yang telah ditangkap dijerat dengan pasal terkait pengeroyokan yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Kepolisian terus melakukan pengembangan guna menangkap para pelaku lain yang masih buron dan mengungkap secara lengkap peran masing-masing dalam peristiwa tersebut.(æ/red)