JAKARTA, BeritaTKP.com – Mabes TNI menegaskan kesiapannya untuk menjaga stabilitas keamanan negara di tengah ramainya narasi soal kemungkinan aksi demo besar dalam waktu dekat. Kabar mengenai potensi pergerakan massa itu belakangan beredar di media sosial dan menjadi perhatian publik.
Isu tersebut muncul bersamaan dengan sorotan terhadap kondisi ekonomi nasional yang dinilai sedang mendapat tekanan. Beberapa indikator yang ikut menjadi pembahasan publik antara lain melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS serta penurunan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG.
Kapuspen TNI, Brigjen TNI Muhammad Nas, menyampaikan bahwa seluruh jajaran prajurit pada dasarnya selalu berada dalam kondisi siap siaga. Menurutnya, ada ataupun tidak ada aksi demo, TNI tetap siap menjalankan tugas pengamanan kapan saja jika dibutuhkan.
Nas bahkan menggambarkan kesiapan TNI tidak hanya sebatas 24 jam. Ia menyebut, bila diperlukan sewaktu-waktu, pasukan siap dikerahkan untuk menjaga situasi keamanan tetap kondusif.
Meski begitu, Nas menegaskan bahwa hingga saat ini TNI belum mengambil langkah antisipasi khusus ataupun pengamanan luar biasa terkait isu adanya pergerakan massa besar tersebut. Ia menyampaikan bahwa situasinya belum sampai pada tahap tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Brigjen Muhammad Nas saat bertemu awak media di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, pada Selasa, 9 Juni 2026.
Sebelumnya, wacana mengenai kemungkinan adanya aksi demo besar juga sempat disampaikan oleh mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer atau Noel. Pernyataan itu ia sampaikan setelah menjalani sidang vonis dalam perkara dugaan korupsi sertifikasi K3 Kemnaker pada Kamis, 4 Juni 2026.
Noel secara terbuka mengingatkan Presiden Prabowo Subianto soal potensi eskalasi politik yang menurutnya bisa semakin matang apabila pemerintah tidak cepat membaca situasi. Ia menilai tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat bawah dapat memicu gejolak sosial dalam waktu dekat.
Menurut Noel, kondisi seperti menguatnya dolar dan melemahnya IHSG dapat menjadi salah satu tanda bahwa gejolak ekonomi berpotensi berkembang menjadi gejolak sosial. Ia memprediksi potensi pergerakan massa besar bisa terjadi dalam rentang Juni hingga Juli apabila situasi tidak ditangani dengan tepat.
Selain itu, Noel juga menyarankan Presiden Prabowo untuk merapatkan barisan dan lebih selektif dalam memilih kawan politik. Ia menyebut perlunya mitra strategis yang memiliki loyalitas kuat untuk memperkuat posisi pemerintahan dari potensi tekanan politik eksternal.
Dalam pandangannya, beberapa kekuatan politik dan kelompok pendukung tertentu, seperti PDI Perjuangan dan barisan pendukung Habib Rizieq Shihab, dinilai dapat menjadi bagian dari strategi politik untuk menjaga stabilitas pemerintahan.
Meski isu demo besar ramai dibicarakan, Mabes TNI memastikan bahwa hingga kini belum ada antisipasi khusus yang dilakukan. Namun, TNI menegaskan seluruh pasukan tetap dalam kondisi siap jika sewaktu-waktu dibutuhkan untuk menjaga keamanan negara.(æ/red)





