JAKARTA, BeritaTKP.com – Sebuah video yang memperlihatkan mobil Toyota Fortuner diamuk warga di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, viral di media sosial. Dalam rekaman yang beredar, terlihat sejumlah warga mengepung mobil tersebut hingga melakukan perusakan. Polisi pun turun tangan untuk menyelidiki peristiwa yang menghebohkan tersebut.

Dalam video yang viral pada Minggu, 7 Juni 2026, tampak warga melempari mobil Fortuner itu dengan batu. Kaca bagian depan mobil terlihat pecah setelah dihantam benda keras. Bahkan, salah seorang warga terlihat naik ke kap mobil dan memukulkan batu ke kaca depan kendaraan tersebut.

Setelah sempat dikepung massa, mobil Fortuner itu kemudian melaju meninggalkan lokasi. Peristiwa ini langsung menarik perhatian publik karena aksi warga yang terlihat begitu emosi terhadap pengemudi mobil tersebut.

Kapolsek Tanah Abang, AKBP Dhimas Prasetyo, menjelaskan bahwa kejadian itu terjadi pada Sabtu, 6 Juni 2026, sekitar pukul 16.30 WIB, di kawasan Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Polisi awalnya menerima laporan melalui call center 110 terkait adanya keributan di lokasi.

“Setelah didalami, ternyata didapati mobil sudah dalam keadaan kaca pecah dan bodi mobil penyok,” kata AKBP Dhimas kepada wartawan, Minggu, 7 Juni 2026.

Polisi kemudian melakukan pendalaman untuk mengetahui kronologi lengkap kejadian tersebut. Pengemudi Fortuner juga sempat dimintai keterangan oleh pihak kepolisian. Namun, menurut Dhimas, saat ditanya, pengemudi tersebut tidak memberikan jawaban yang jelas.

“Pengemudi Fortuner tersebut saat ditanya-tanya dengan tujuan untuk mengetahui kronologis kejadian dan menentukan pembuatan laporan polisi, namun yang bersangkutan tidak nyambung, seperti orang linglung atau kebingungan,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan polisi, keributan itu diduga berawal dari persoalan di jalan antara pengemudi Fortuner dan pengendara sepeda motor di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Pengemudi Fortuner disebut membunyikan klakson berulang kali karena merasa jalannya dihalangi oleh pengendara motor.

“Ternyata berawal dari pengendara Fortuner ribut dengan pengendara sepeda motor di daerah Tebet, Jakarta Selatan. Awalnya pengendara Fortuner membunyikan klakson berulang kali karena merasa dihalangi jalannya,” jelas Dhimas.

Situasi kemudian memanas. Pengemudi Fortuner disebut memepet dan memaki pengendara motor tersebut. Tidak lama setelah itu, datang dua orang pengendara sepeda motor yang menegur pengemudi Fortuner karena dianggap memaki pemotor yang sebelumnya berada di depannya.

“Selanjutnya, pengendara Fortuner memepet dan memaki-maki pengendara sepeda motor. Sesaat kemudian, datang dua orang mengendarai sepeda motor menegur pengendara Fortuner karena memaki-maki pengendara sepeda motor yang menghalangi jalan,” ucapnya.

Teguran itu rupanya membuat pengemudi Fortuner tidak terima. Cekcok pun berlanjut di jalan. Menurut pengakuan pengemudi Fortuner kepada polisi, salah satu pengendara motor menabrakkan motornya ke mobil Fortuner sambil berteriak “tabrak lari”.

“Pengendara Fortuner merasa tidak senang dan kembali memaki pengendara sepeda motor yang menegurnya. Selanjutnya, terjadi cekcok sambil jalan. Pengendara sepeda motor menabrakkan motornya ke mobil Fortuner, berdasarkan pengakuan pengendara Fortuner,” kata Dhimas.

Teriakan “tabrak lari” tersebut diduga memancing perhatian warga lainnya. Massa kemudian semakin banyak yang mengejar mobil Fortuner hingga akhirnya melakukan perusakan terhadap kendaraan tersebut.

“Selanjutnya, pengendara sepeda motor terus mengejar sambil teriak tabrak lari, sehingga makin banyak massa yang mengejar dan melakukan perusakan,” imbuhnya.

Dalam perjalanan, mobil Fortuner itu sempat kembali dihentikan massa. Keributan pun kembali terjadi hingga menyebabkan pengemudi mengalami luka di bagian kepala, sementara mobilnya mengalami kerusakan cukup parah. Setelah itu, pengemudi melarikan diri ke arah Tanah Abang dan berhenti di lokasi kejadian dalam kondisi mobil sudah rusak.

“Selanjutnya, dalam perjalanan mobil tersebut bisa dihentikan dan kembali terjadi keributan yang mengakibatkan luka dan perusakan mobil. Selanjutnya, pengendara Fortuner kabur ke arah Tanah Abang dan berhenti di TKP dalam keadaan mobil sudah dirusak massa serta mengalami luka di kepala,” jelas Dhimas.

Setelah kejadian itu, pengemudi Fortuner diamankan oleh pihak kepolisian bersama kendaraannya. Namun, saat diamankan, pengemudi disebut tidak kooperatif. Ia berbicara tidak jelas, marah-marah, dan masih terlihat emosi.

“Saat diamankan, pengendara Fortuner tidak kooperatif, berbicara ngelantur, marah-marah tidak jelas. Selanjutnya, pengemudi Fortuner beserta mobilnya diamankan dan dibawa ke kantor Polsek Metro Tanah Abang,” tutur Dhimas.

Sesampainya di Polsek, pengemudi Fortuner tetap sulit dimintai keterangan. Ia juga menolak membuat laporan polisi, menolak menjalani visum, dan tidak bersedia diobati atas luka yang dialaminya.

“Sesampai di Polsek, pengemudi Fortuner saat ditanya-tanya menjawab ngelantur dan masih marah-marah. Ia juga tidak mau membuat laporan serta tidak mau visum maupun diobati lukanya,” tambahnya.

Pengemudi tersebut juga enggan membuat laporan polisi ataupun pernyataan terkait peristiwa yang dialaminya. Pada akhirnya, orang tua pengemudi datang menjemput ke Polsek. Mereka juga memanggil mobil derek untuk membawa Fortuner yang telah rusak tersebut.

Menurut keterangan tukang derek, mobil Fortuner itu rencananya akan dibawa ke PT Auto Paint Mobilindo di kawasan Bantar Gebang, Bekasi. Sementara itu, polisi masih melakukan pendalaman terhadap kasus viral tersebut untuk memastikan kronologi dan pihak-pihak yang terlibat dalam peristiwa keributan hingga perusakan mobil di Tanah Abang.(æ/red)