PATI, BeritaTKP.com – Warga Desa Growong Lor, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, digegerkan dengan penemuan seorang bayi laki-laki di dalam tas belanja. Bayi tersebut ditemukan dalam kondisi masih hidup dengan ari-ari yang masih menempel.

Penemuan itu terjadi sekitar pukul 13.30 WIB di sebuah gang sempit desa setempat. Bayi tersebut berada di dalam tas belanja berwarna biru dongker yang tergeletak di pinggir jalan.

Peristiwa bermula ketika seorang warga bernama Wagini (43) melintas di lorong dekat rumahnya. Saat itu, ia melihat sebuah tas belanja mencurigakan yang berada di lokasi.

Merasa curiga, Wagini kemudian memberi tahu warga lain bernama Tian Anggara Raharja (35). Keduanya lalu mendatangi lokasi dan membuka tas tersebut.

Mereka terkejut setelah mengetahui bahwa isi tas tersebut adalah seorang bayi laki-laki yang masih bernyawa. Setelah itu, saksi segera melaporkan temuan tersebut kepada Ketua RT dan menghubungi bidan setempat untuk mendapatkan pertolongan medis.

Bayi tersebut kemudian dievakuasi ke Puskesmas Juwana untuk menjalani pemeriksaan dan perawatan lebih lanjut. Peristiwa ini juga dilaporkan kepada Polsek Juwana.

Setelah menerima laporan, Polsek Juwana bersama Tim Inafis Satreskrim Polresta Pati dan personel Satreskrim mendatangi lokasi kejadian. Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara, mengumpulkan keterangan saksi, serta memulai penyelidikan.

Kapolsek Juwana, AKP Mudofar, mengatakan bayi tersebut saat ini masih menjalani perawatan di Puskesmas Juwana. Berdasarkan pemeriksaan tenaga kesehatan, bayi laki-laki itu memiliki panjang badan 50 sentimeter dan berat badan 3,8 kilogram.

Kondisi bayi dinyatakan sehat dan normal. Meski demikian, petugas medis tetap melakukan pemantauan untuk memastikan kondisi bayi tetap stabil.

Polisi kini masih menyelidiki siapa orang tua atau pihak yang meninggalkan bayi tersebut. Sejumlah keterangan saksi dan temuan di sekitar lokasi akan didalami untuk mengungkap kasus ini.

Penemuan bayi laki-laki tersebut juga mengundang simpati masyarakat. Beberapa pasangan suami istri bahkan sudah menyampaikan keinginan untuk mengadopsi bayi tersebut.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kabupaten Pati, Aviani Tritanti Venusia, menyebut ada empat pasangan suami istri yang telah mendaftarkan diri sebagai calon orang tua angkat.

Jumlah tersebut belum termasuk warga yang menyampaikan minat adopsi secara langsung melalui Puskesmas Juwana. Meski demikian, proses adopsi belum dibuka secara resmi.

Dinsos P3AKB Pati masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian terkait identitas orang tua maupun keluarga bayi. Proses pengasuhan dan adopsi nantinya harus mengikuti prosedur resmi agar hak dan perlindungan anak tetap terjamin.

Kasus ini menjadi perhatian karena menyangkut keselamatan bayi yang baru lahir. Masyarakat diimbau segera melapor kepada pihak berwenang apabila mengetahui informasi terkait orang tua bayi atau melihat kejadian mencurigakan di sekitar lokasi penemuan.(æ/red)