Jakarta, BeritaTKP.com — Seorang pemotor di Jakarta Selatan diduga menjadi korban penganiayaan saat hendak menukar baterai sepeda motor listrik di salah satu Swap Station kawasan Setiabudi. Peristiwa tersebut viral setelah rekaman video cekcok antara korban dan terduga pelaku beredar di media sosial.

Dalam video yang beredar, korban awalnya hendak melakukan penukaran baterai motor listrik. Namun, terduga pelaku diduga menghalangi korban dengan alasan lokasi Swap Station sudah tutup.

Korban kemudian merekam situasi tersebut sambil mempertanyakan alasan dirinya tidak diperbolehkan menukar baterai. Dalam rekaman itu, korban menyebut lokasi tersebut seharusnya merupakan fasilitas umum dan tidak semestinya digunakan untuk tidur.

“Lah gua mau nuker, kenapa emang? Apa masalah lo?” ujar korban dalam video yang beredar.

Terduga pelaku lalu menjawab bahwa lokasi tersebut sudah tutup.

“Jam 12 tutup,” jawab terduga pelaku.

Korban kembali mempertanyakan alasan itu karena fasilitas Swap Station disebut masih dapat digunakan.

“Lah Swap-nya bisa, kenapa?” sahut korban.

Adu mulut kemudian terus berlanjut. Korban juga menyampaikan keberatannya karena diduga ada seseorang yang tidur di dekat lokasi penukaran baterai tersebut.

“Ini kan tempat umum ya, ya enggak usah dipakai buat tidur lah,” ujar korban.

Cekcok antara korban dan terduga pelaku kemudian memanas. Dalam rekaman video, terduga pelaku tampak berupaya mendorong korban. Tak lama kemudian, terduga pelaku diduga sempat melayangkan pukulan ke arah korban.

Kasie Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Joko, membenarkan adanya peristiwa dugaan penganiayaan tersebut. Ia mengatakan korban telah mendatangi Polsek Setiabudi untuk membuat laporan polisi.

“Korban telah datang ke Polsek Setiabudi dan telah membuat laporan polisi dugaan penganiayaan,” jelas AKP Joko, Selasa, 2 Juni 2026.

Joko menambahkan, perkara tersebut kini tengah ditangani oleh Unit Reskrim Polsek Setiabudi. Namun, polisi masih mendalami kronologi lengkap kejadian dan belum merinci lebih jauh duduk perkara kasus tersebut.

“Saat ini perkara ditangani Unit Reskrim Polsek Setiabudi. Kronologi masih didalami,” imbuhnya.

Kasus ini menjadi perhatian publik karena terjadi di fasilitas penukaran baterai kendaraan listrik yang digunakan masyarakat. Polisi masih melakukan pendalaman untuk mengetahui penyebab pasti cekcok serta memastikan ada atau tidaknya unsur pidana dalam peristiwa tersebut.

Masyarakat diimbau untuk menyelesaikan perselisihan di ruang publik dengan cara baik dan tidak menggunakan kekerasan. Jika terjadi gangguan layanan atau konflik di fasilitas umum, warga disarankan segera melapor kepada petugas atau pihak berwenang.(æ/red)