Temanggung, BeritaTKP.com — Polisi masih menyelidiki penyebab meninggalnya satu keluarga saat berkemah di kawasan wisata Posong, Kledung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Dugaan awal, para korban mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan yang mereka bawa sendiri.
Kasat Reskrim Polres Temanggung, Iptu I Komang Mahendra Deputra, mengatakan sejumlah sampel makanan milik korban telah diamankan untuk dilakukan pemeriksaan. Salah satu makanan yang menjadi perhatian petugas adalah hidangan barbeque yang dibawa sendiri oleh keluarga tersebut.
“Untuk dugaan pasti penyebab kematian, kami belum berani mengonfirmasi karena saat ini proses autopsi masih berjalan, begitu juga dengan pemeriksaan sampel makanan di Laboratorium Forensik Polda Jateng,” kata Komang, Kamis, 28 Mei 2026.
Menurut Komang, pemeriksaan terhadap sampel makanan dilakukan untuk memastikan apakah ada kandungan tertentu yang menyebabkan para korban meninggal dunia. Polisi menegaskan belum dapat menyimpulkan penyebab pasti sebelum hasil autopsi dan uji laboratorium keluar.
Selain memeriksa sampel makanan, penyidik Satreskrim Polres Temanggung juga telah memeriksa sedikitnya empat orang saksi. Pemeriksaan dilakukan secara intensif sejak pagi untuk menggali keterangan terkait aktivitas para korban sebelum ditemukan meninggal dunia.
“Hingga saat ini, pihak penyidik Satreskrim Polres Temanggung telah memeriksa sedikitnya empat orang saksi untuk dimintai keterangan secara mendalam,” ujar Komang.
Sebelumnya, dokter forensik RSUD Temanggung melakukan autopsi terhadap empat jenazah satu keluarga yang ditemukan meninggal dunia saat berkemah di kawasan objek wisata Kecamatan Kledung.
Keempat korban masing-masing berinisial MHM (52), M (43), AEH (17), dan BAH (21). Seluruh korban diketahui merupakan satu keluarga yang berdomisili di Desa Panjang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang.
Peristiwa tersebut bermula ketika keluarga itu tiba di lokasi wisata pada Selasa, 26 Mei 2026 sekitar pukul 22.00 WIB. Mereka kemudian menginap menggunakan tenda di area perkemahan.
Keesokan harinya, Rabu, 27 Mei 2026 sekitar pukul 11.45 WIB, petugas wisata sempat mendatangi tenda para korban untuk mengingatkan proses checkout. Hal itu dilakukan karena area perkemahan akan dibersihkan. Namun, saat dipanggil, tidak ada respons dari dalam tenda.
“Pada keesokan harinya, sekitar pukul 11.45 WIB, petugas wisata sempat mengingatkan para korban untuk segera melakukan proses checkout karena lokasi area perkemahan akan dibersihkan. Namun, saat itu tidak ada respons dari dalam tenda,” jelas Komang.
Karena tidak juga mendapatkan jawaban, petugas kembali mendatangi tenda korban sekitar pukul 15.00 WIB. Saat pintu tenda dibuka, keempat korban ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia dengan tubuh yang telah kaku.
Menindaklanjuti temuan tersebut, Tim Identifikasi Polres Temanggung bersama Tim Disaster Victim Identification atau DVI Polda Jawa Tengah langsung diterjunkan ke lokasi. Petugas melakukan pemeriksaan, olah tempat kejadian perkara, serta mengevakuasi jenazah para korban untuk proses autopsi.
Polisi memastikan, setelah seluruh rangkaian proses autopsi dan identifikasi selesai dilakukan, jenazah para korban akan segera diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Kasus ini menjadi perhatian publik karena menewaskan satu keluarga saat sedang berwisata. Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik untuk memastikan penyebab kematian para korban secara ilmiah.
Peristiwa ini juga menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati saat membawa dan mengonsumsi makanan ketika berkemah, termasuk memperhatikan kebersihan, penyimpanan makanan, sirkulasi udara di dalam tenda, serta keamanan lokasi wisata.(æ/red)





