Makassar, BeritaTKP.com — Polisi menangkap seorang pria berinisial I (19) yang diduga terlibat dalam kasus kekerasan seksual disertai pembunuhan terhadap JN (12), seorang bocah perempuan yang ditemukan meninggal dunia di toilet rumah kosong di Jalan Sultan Abdullah II, Makassar, Sulawesi Selatan.
Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, mengatakan terduga pelaku sempat berupaya mengelabui petugas saat proses olah tempat kejadian perkara atau TKP berlangsung.
“Dari hasil penyelidikan awal, saat olah TKP berlangsung sempat terjadi keributan di lokasi. Ternyata pelaku berupaya mengalihkan perhatian,” ujar Arya, Rabu, 28 Mei 2026.
Menurut Arya, keributan tersebut diduga sengaja dibuat agar petugas meninggalkan lokasi kejadian. Namun, polisi justru mencurigai seorang pria berbaju merah yang berada di sekitar TKP.
“Setelah diamankan dan diperiksa, ternyata dia pelakunya,” kata Arya.
Saat menjalani pemeriksaan, terduga pelaku mengakui perbuatannya. Polisi menyebut pelaku diduga sudah lama memperhatikan korban. Dari hasil pemeriksaan awal, pelaku juga mengaku sering menggunakan narkotika dan menonton konten pornografi melalui telepon genggamnya.
“Pelaku mengaku sering menggunakan narkotika dan menonton film porno di ponselnya. Itu yang memicu pelaku melihat korban,” ujar Arya.
Polisi mengungkap, peristiwa tersebut bermula ketika terduga pelaku meminta korban membelikan air mineral dan makanan. Setelah korban kembali, pelaku diduga menyeret korban ke rumah kosong yang berada di sekitar lokasi.
Arya menjelaskan, korban sempat melakukan perlawanan. Namun, pelaku diduga membekap mulut korban dan membenturkan kepala korban ke lantai hingga korban tidak berdaya.
“Korban dibekap mulutnya lalu kepalanya dibenturkan ke lantai karena sempat melawan,” tutur Arya.
Setelah korban tidak sadarkan diri, pelaku diduga melakukan tindakan kekerasan seksual terhadap korban. Meski demikian, polisi masih menunggu hasil autopsi resmi untuk memastikan penyebab kematian korban secara medis.
Sebelumnya, jasad korban ditemukan warga di toilet rumah kosong dalam kondisi tanpa busana. Bagian kepala korban disebut tertutup televisi tabung. Penemuan tersebut bermula saat seorang warga hendak buang air kecil di lokasi dan melihat bagian kaki korban.
Warga kemudian melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian. Setelah menerima laporan, petugas langsung mendatangi lokasi, memasang garis polisi, dan mengevakuasi korban ke RS Bhayangkara untuk dilakukan autopsi.
Polisi masih terus mendalami kasus ini, termasuk memeriksa sejumlah saksi serta mengumpulkan bukti untuk melengkapi proses penyidikan. Kasus ini menjadi perhatian serius karena korban masih berusia anak dan mengalami kekerasan yang berujung pada kematian.(æ/red)





