
PROBOLINGGO, BeritaTKP.com — Kecelakaan maut di jalan tol kembali melibatkan kendaraan rombongan anggota DPR RI. Mobil yang ditumpangi anggota Komisi X DPR RI, Muhammad Hilman Mufidi atau Gus Hilman, mengalami kecelakaan di ruas Tol Pasuruan-Probolinggo KM 834, Sabtu sore, 23 Mei 2026.
Akibat kecelakaan tersebut, dua orang dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian. Keduanya merupakan staf pendamping rombongan, yakni Alex Anwaruh dan Adinda Najwa. Sementara Gus Hilman dan sopir kendaraan dilaporkan selamat, namun mengalami luka dan telah mendapatkan perawatan di rumah sakit.
Kanit Gakkum Satlantas Probolinggo Kota, Aipda Muhammad Taufik Rahadian, mengatakan kecelakaan terjadi di Tol Pasuruan-Probolinggo jalur B, wilayah Desa Posangit Lor, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo.
Kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan tersebut adalah Toyota Innova bernomor polisi N 1297 NB yang dikemudikan Mahrus Ali dan dump truk bernomor polisi W 8439 UK yang dikemudikan Imam Subekti.
Menurut keterangan polisi, mobil Innova yang ditumpangi Gus Hilman dan rombongan melaju dari arah Probolinggo menuju Pasuruan. Saat tiba di lokasi kejadian, mobil tersebut diduga bergerak ke kiri dan menabrak bagian belakang sebelah kanan dump truk yang melaju searah.
“Sopir kendaraan Innova diduga mengantuk atau kurang konsentrasi sehingga kendaraan ke kiri dan menabrak bagian bak belakang sebelah kanan dump truk,” kata Aipda Taufik.
Benturan keras membuat bagian depan hingga sisi kiri mobil Innova rusak parah. Seluruh korban kemudian dievakuasi ke RS Ar Rozy Kota Probolinggo.
Kecelakaan yang dialami rombongan Gus Hilman mengingatkan publik pada peristiwa serupa yang terjadi setahun sebelumnya. Anggota DPR RI dari Fraksi PKB, Alamudin Dimyati Rois atau Gus Alam, juga mengalami kecelakaan di Tol Pemalang-Batang pada Mei 2025. Gus Alam sempat menjalani perawatan intensif sebelum akhirnya meninggal dunia.
Dua peristiwa tersebut menjadi pengingat penting bahwa kondisi fisik pengemudi merupakan faktor utama dalam keselamatan berkendara, terutama saat menempuh perjalanan jarak jauh di jalan tol.
Kondisi tubuh yang tidak fit dapat menurunkan konsentrasi, memperlambat refleks, hingga meningkatkan risiko microsleep. Karena itu, pengemudi diimbau tidak memaksakan diri berkendara ketika lelah, mengantuk, atau kurang istirahat.
Selain memastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan, pengemudi juga perlu menjaga stamina, mengatur waktu istirahat, dan berhenti di rest area apabila mulai merasa tidak fokus. Keselamatan penumpang dan pengguna jalan lain harus menjadi prioritas utama dalam setiap perjalanan.(æ/red)





