Surabaya, BeritaTKP.com – Kebakaran yang melanda Gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu atau PPJT RSUD dr Soetomo Surabaya pada Jumat (15/5/2026) menimbulkan kepanikan. Asap hitam pekat yang muncul dari lantai 5 membuat puluhan pasien jantung harus dievakuasi darurat ke sejumlah area pelayanan lain.
Proses evakuasi berlangsung dramatis karena banyak pasien berada dalam kondisi lemah, termasuk pasien pascaoperasi dan pasien yang menggunakan alat bantu pernapasan. Dalam situasi darurat, keluarga pasien bersama tenaga medis berupaya menyelamatkan pasien melalui tangga darurat.
Salah satu keluarga pasien menceritakan bahwa asap menyebar dengan cepat hingga membuat kondisi di dalam gedung tidak memungkinkan untuk menunggu lift. Karena itu, pasien dievakuasi secara manual dengan cara digendong maupun diangkat bersama tempat tidurnya.
“Nggak nutut kalau lift, panik gitu mesti lewat tangga darurat. Akhirnya digendong sama kasurnya. Kalau sudah panik nggak kerasa beratnya,” ujar salah satu keluarga pasien.
Kebakaran tersebut diduga berasal dari area farmasi atau gudang obat-obatan di lantai 5. Asap pekat diduga muncul karena banyaknya material yang mudah terbakar, seperti kemasan obat dan bahan plastik. Kondisi itu membuat proses evakuasi pasien semakin sulit, terutama bagi pasien di ruang perawatan intensif.
Kabid Pemadam Kebakaran DPKP Kota Surabaya, M Rokhim, menyebut dugaan awal kebakaran dipicu korsleting listrik pada kabel lemari pendingin farmasi.
“Diduga dari korsleting listrik kabel lemari es farmasi,” kata M Rokhim.
Di tengah proses evakuasi, empat petugas RSUD dr Soetomo dilaporkan terdampak asap. Mereka disebut menerobos area berasap untuk memastikan pasien dapat dievakuasi dengan aman. Meski telah menggunakan alat pelindung, para petugas tetap mengalami gangguan akibat pekatnya asap.
Direktur Utama RSUD dr Soetomo, Prof. Cita Rosita Sigit Prakoeswa, mengatakan keempat petugas tersebut telah mendapatkan penanganan medis dan kondisinya sudah stabil.
“Yang terdampak asap itu petugas kami, ada empat orang. Termasuk di antaranya adalah ketua koordinator tim api atau Code Red,” ujar Prof. Cita.
RSUD dr Soetomo mencatat sebanyak 44 pasien berhasil dievakuasi dengan aman dan cepat ke area pelayanan lain yang telah disiapkan. Para pasien dipindahkan ke sejumlah ruang alternatif, seperti ROI, HCU Graha Amerta, Ruang Buffer IGD, hingga ICU Gedung Bedah Pusat Terpadu atau GBPT.
Kepala Instalasi Hukum, Humas dan Pemasaran RSUD dr Soetomo, dr Martha Kurnia K., memastikan seluruh pasien tetap mendapatkan perawatan medis setelah dievakuasi.
“Hingga saat ini, sebanyak 44 pasien berhasil dievakuasi dengan aman dan cepat menuju area pelayanan lain yang telah disiapkan,” kata dr Martha.
Dalam insiden tersebut, satu pasien kritis dilaporkan meninggal dunia saat proses stabilisasi di ruang resusitasi IGD. Pasien tersebut merupakan pasien rujukan yang sebelumnya menjalani tindakan operasi jantung dan berada dalam kondisi kritis dengan ventilator serta prosedur hemodialisis.
Pihak rumah sakit memastikan layanan kegawatdaruratan jantung tetap berjalan meski Gedung PPJT terdampak kebakaran. Untuk sementara, pelayanan jantung 24 jam dialihkan ke Gedung Bedah Pusat Terpadu hingga proses sterilisasi dan evaluasi gedung selesai dilakukan.(æ/red)





