MOJOKERTO, BeritaTKP.com — Motif kasus kekerasan yang dilakukan Satuan, 43 tahun, terhadap ibu mertua dan istrinya di Mojokerto mulai terungkap. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai badut penjual balon itu diduga nekat melakukan aksi tersebut karena dipicu masalah ekonomi dan kecemburuan dalam rumah tangga.

Peristiwa itu terjadi di rumah kontrakan pelaku di Dusun Sumbertempur, Desa Sumbergirang, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Akibat kejadian tersebut, ibu mertua pelaku, Siti Arofah, 53 tahun, meninggal dunia. Sementara istrinya, Sri Wahyuni alias Yuni, 35 tahun, mengalami luka serius dan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Berdasarkan keterangan warga sekitar, hubungan rumah tangga Satuan dan Yuni disebut kerap diwarnai pertengkaran. Tetangga korban, Nur Aidah, menyebut pelaku diduga memiliki rasa cemburu terhadap istrinya. Sebelumnya, pasangan tersebut juga disebut pernah terlibat cekcok.

Selain masalah kecemburuan, persoalan ekonomi juga diduga menjadi pemicu konflik. Ketua RT setempat, Suroto, menyampaikan bahwa pasangan tersebut hidup sederhana dan disebut memiliki utang kepada beberapa orang. Untuk membantu kebutuhan keluarga, Yuni sempat berjualan makanan kecil sebelum akhirnya bekerja di sebuah perusahaan sablon.

Satuan sendiri sehari-hari bekerja sebagai badut sambil berjualan balon dan mainan anak-anak keliling kampung. Karena tidak memiliki sepeda motor, ia biasa berjualan menggunakan sepeda angin ke sejumlah tempat, termasuk kampung, sekolah, hingga lokasi hajatan.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Aldhino Prima Wirdhan, menyampaikan bahwa dugaan sementara motif kekerasan tersebut berkaitan dengan masalah ekonomi dan keluarga. Namun, polisi masih terus mendalami penyebab pasti peristiwa tersebut.

Usai kejadian, pelaku sempat melarikan diri dengan berjalan kaki. Siti ditemukan meninggal dunia di dalam rumah, sedangkan Yuni ditemukan dalam kondisi luka parah. Yuni kini menjalani perawatan intensif di RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto.

Sementara itu, jenazah Siti Arofah telah dievakuasi ke RS Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong, Sidoarjo, untuk dilakukan autopsi. Polisi masih melanjutkan penyelidikan guna mengungkap kronologi dan motif lengkap dalam kasus tersebut.(æ/red)