Toba, BeritaTKP.com— Kecelakaan tunggal melibatkan bus pariwisata terjadi di Jalan Lintas Sumatera, tepatnya di Desa Jangga Dolok, Kecamatan Lumbanjulu, Kabupaten Toba, Sumatera Utara. Bus bernomor polisi AA 1788 QE terjun ke jurang sedalam sekitar 15 meter pada Jumat pagi, 1 Mei 2026, sekitar pukul 09.30 WIB.

Bus tersebut membawa rombongan asal Batu Bara dengan total 58 penumpang. Meski kendaraan mengalami kerusakan cukup parah setelah masuk ke jurang, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Kasat Lantas Polres Toba, Iptu Janitra Giri Satya, melalui keterangan resmi yang disampaikan Plt Kasi Humas Ipda Khairuddin, menjelaskan bahwa bus dikemudikan oleh Lastua Gultom. Saat itu, bus bergerak dari arah Parapat menuju Laguboti.

Sesampainya di tikungan tajam Desa Jangga Dolok, sopir diduga kehilangan kendali hingga kendaraan keluar jalur dan masuk ke jurang.

“Setibanya di lokasi, sopir kehilangan kendali dan bus masuk ke dalam jurang sedalam kurang lebih 15 meter,” ujar Iptu Janitra.

Dari total 58 orang yang berada di dalam bus, sebanyak 50 orang mengalami luka ringan, termasuk sopir dan kernet. Sementara itu, delapan penumpang lainnya dinyatakan dalam kondisi sehat tanpa mengalami luka.

Seluruh korban luka langsung dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis. Sebanyak tujuh korban luka ringan dirawat di RSU Parapat, sementara 43 korban luka ringan lainnya mendapatkan perawatan di RSU Porsea.

Beberapa korban yang dirawat di RSU Parapat di antaranya Farel Abiel Sinaga (11), Daniel Marbun (15), Natania Sihombing (12), Junika Siahaan (12), Grecia Sinaga (11), Duma Siregar (62), dan Jelita Silitonga (8). Mereka diketahui merupakan warga Tanjung Sari, Batu Bara.

Untuk pemeriksaan lebih lanjut, sopir dan kernet bus telah diamankan oleh pihak kepolisian. Polisi masih mendalami penyebab pasti kecelakaan tersebut.

Akibat kejadian ini, arus lalu lintas di sekitar lokasi sempat mengalami kemacetan. Petugas kepolisian kemudian diterjunkan ke sejumlah titik rawan untuk membantu mengurai kepadatan kendaraan dan memastikan situasi kembali terkendali.(æ/red)