
JAKARTA, BeritaTKP.com – Pelarian komplotan begal yang menyerang anggota pemadam kebakaran berakhir dramatis di sebuah penginapan kawasan Pluit. Polisi meringkus para pelaku saat tengah asyik berpesta narkoba di dalam kamar.
Penggerebekan dilakukan oleh tim Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat. Momen penangkapan pun terekam kamera, memperlihatkan sejumlah anggota polisi berpakaian preman mendatangi kamar yang diduga menjadi tempat persembunyian pelaku.
Begitu pintu diketuk dan terbuka, petugas langsung menyergap masuk. Para penghuni kamar yang berada di dalam sontak terkejut. Beberapa pria yang diduga pelaku langsung diperintahkan tiarap tanpa perlawanan berarti.
Tak butuh waktu lama, para pelaku digiring keluar dari kamar. Dalam rekaman lain, mereka terlihat sudah berada di dalam mobil polisi sambil menjalani interogasi awal selama perjalanan.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, Roby Heri Saputra, membenarkan bahwa penggerebekan tersebut merupakan penangkapan terhadap komplotan begal yang sebelumnya menyerang anggota damkar.
“Lima orang sudah ditangkap,” ujarnya.
Dari hasil pemeriksaan, terungkap bahwa saat digerebek para pelaku sedang berkumpul bersama sejumlah perempuan sambil berpesta. Hasil tes urine menunjukkan para pelaku pria positif mengonsumsi narkoba jenis amfetamin.
“Yang laki-laki positif narkoba,” tegasnya.
Polisi juga mengungkap pola kejahatan komplotan tersebut. Para pelaku tidak memiliki target khusus, melainkan berburu korban secara acak di jalanan.
“Kalau lihat orang lengah, langsung dibegal. Hasilnya untuk senang-senang,” ungkapnya.
Sementara itu, perempuan yang berada di lokasi disebut hanya teman para pelaku dan tidak terlibat dalam aksi kejahatan.
Kini lima pelaku telah diamankan dan menjalani proses hukum. Polisi masih memburu empat pelaku lain yang telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
Kasus ini kembali menegaskan keterkaitan antara kejahatan jalanan dan penyalahgunaan narkoba, sekaligus menjadi peringatan bahwa aksi kriminal kerap berawal dari gaya hidup menyimpang yang berujung pada tindakan berbahaya bagi masyarakat.(æ/red)





