Situbondo, BeritaTKP.com – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Sumbermalang, Kabupaten Situbondo, memicu terjadinya bencana tanah longsor. Sebuah Tembok Penahan Tanah (TPT) atau bahu jalan di Desa Baderan ambrol dan menghantam rumah milik seorang lansia hingga mengalami kerusakan serius.
Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (9/2/2026) sekitar pukul 14.00 WIB, saat wilayah Desa Baderan dan sekitarnya diguyur hujan lebat. Kondisi tanah yang gembur membuat TPT sepanjang sekitar 30 meter tidak mampu menahan beban, hingga akhirnya longsor dan menimpa rumah milik Nidin (87).
Pemilik rumah, Nidin, menceritakan detik-detik mencekam saat material longsor menghantam bangunan tempat tinggalnya.
“Saat kejadian saya sedang berada di ruang tamu karena di luar masih hujan deras. Tiba-tiba terdengar suara gemuruh yang sangat keras. Saat saya keluar, material longsor sudah masuk dan menjebol dinding kamar,” ungkap Nidin.
Meski sebagian bangunan rumah permanen tersebut tertutup material longsor, tiga orang penghuni rumah dipastikan selamat dan tidak mengalami luka.
Berdasarkan asesmen cepat yang dilakukan oleh tim Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) dan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Situbondo, dampak kerusakan akibat kejadian tersebut meliputi dua poin utama.
Pertama, rumah korban berukuran sekitar 12 meter mengalami rusak sedang, dengan tembok kamar jebol akibat hantaman material longsor. Kerugian pada sektor perumahan ditaksir mencapai Rp25.000.000.
Kedua, Tembok Penahan Tanah (TPT) mengalami rusak berat dan menyebabkan separuh badan jalan di atasnya mengalami retakan. Kerugian infrastruktur tersebut diperkirakan mencapai Rp120.000.000.
“Tembok Penahan Tanah mengalami rusak berat dan mengakibatkan separuh badan jalan retak,” ujar Koordinator Pusdalops BPBD Situbondo, Puriono.
Dengan demikian, total kerugian materiil akibat bencana tanah longsor tersebut diperkirakan mencapai Rp145.000.000.
Sebagai langkah penanganan awal, BPBD Kabupaten Situbondo telah melakukan sejumlah upaya, di antaranya pemasangan terpal untuk menutup material longsor guna mencegah erosi susulan, pemasangan tanda peringatan bagi pengguna jalan di sekitar lokasi TPT yang retak, serta penyaluran bantuan logistik darurat kepada korban terdampak.
“Kami juga memberikan tanda peringatan bagi pengguna jalan di sekitar lokasi dan menyalurkan bantuan logistik darurat kepada korban,” tambah Puriono.
Puriono mengimbau masyarakat, khususnya warga yang tinggal di kawasan lereng bukit atau daerah rawan longsor, untuk meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya, kondisi cuaca masih terpantau gerimis dan potensi hujan susulan dinilai masih cukup tinggi.
“Kami meminta warga segera melapor jika melihat adanya rekahan tanah atau tanda-tanda longsor baru,” pungkasnya.(æ/red)





