Lampung, BeritaTKP.com – Polisi masih menyelidiki kematian Hindradjaja (62), warga Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten, yang ditemukan meninggal dunia dalam kondisi kepala terbungkus plastik dan terlilit lakban di sebuah kamar penginapan Trijo, Jalan Untung Suropati, Kelurahan Labuhan Ratu, Kecamatan Kedaton, Bandar Lampung.

Dalam perkembangan terbaru penyelidikan, polisi menemukan sejumlah kejanggalan terkait barang milik korban. Meski ponsel dan dompet korban ditemukan di lokasi kejadian, kartu SIM ponsel tersebut diketahui tidak berada di dalam perangkat.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Bandar Lampung, Kompol Gigih Andri Putranto, mengatakan pihaknya masih mendalami temuan tersebut bersama tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis).

“Untuk barang bukti milik korban masih kami amankan, di antaranya handphone dan dompet berisi uang. Terkait informasi kartu SIM, itu masih kami dalami prosesnya,” ujar Gigih, Senin (9/2/2026).

Selain itu, polisi juga masih menelusuri tujuan kedatangan korban ke Bandar Lampung. Berdasarkan keterangan pihak keluarga, korban sempat melakukan komunikasi terakhir melalui grup WhatsApp keluarga sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia.

“Kedatangan korban ke Bandar Lampung untuk kepentingan apa masih kami dalami. Ada beberapa hal yang harus kami telusuri untuk membuka rangkaian peristiwa ini,” jelasnya.

Dari hasil penelusuran rekaman kamera pengawas (CCTV), korban diketahui hanya berinteraksi dengan pengelola penginapan dan seorang pria yang mengantarkannya ke lokasi. Sosok pria tersebut hingga kini masih dalam pencarian polisi.

“Yang mengantar korban adalah seorang laki-laki dan saat ini masih dalam tahap pencarian,” tambah Gigih.

Awal Mula Kecurigaan

Saksi mata di lokasi kejadian, Agustiono, mengungkapkan bahwa kecurigaan warga bermula saat pengelola penginapan meminta bantuan karena korban tidak merespons panggilan dari dalam kamar sejak Jumat sore. Padahal, korban diketahui baru menyewa kamar tersebut sejak Kamis siang.

Pengelola kemudian memanggil warga sekitar untuk membantu memastikan kondisi korban. Warga yang mengintip melalui ventilasi udara kamar melihat korban sudah tergeletak di atas kasur dalam kondisi tidak wajar.

“Kami lihat dari ventilasi, korban sudah tiduran. Kepalanya ditutup plastik dan dilakban,” ujar Agustiono.

Warga bersama Ketua RT setempat kemudian berupaya membuka kamar secara paksa. Namun setelah dicoba, diketahui pintu kamar sebenarnya tidak terkunci dari dalam. Jendela kamar juga hanya tertutup tanpa penguncian.

“Pintu itu ternyata tidak dikunci dari dalam, hanya digrendel. Jendelanya juga cuma ditutup, tidak dikunci. Kami bisa membuka pintu dari jendela dengan tangan,” tuturnya.

Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUD Abdul Moeloek untuk menjalani proses autopsi. Setelah autopsi selesai, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga dan telah dikremasi di wilayah Kabupaten Pesawaran pada Minggu sore.

Hingga kini, kepolisian masih mengumpulkan keterangan saksi, memeriksa rekaman CCTV, serta mendalami barang bukti lainnya guna mengungkap penyebab pasti kematian korban.(æ/red)