Pasuruan, BeritaTKP.com – Misteri penemuan jenazah wanita muda di aliran Sungai Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, mulai terkuak. Polisi memastikan korban adalah Faradila Amalia Najwa (23), seorang pelajar atau mahasiswi asal Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

Identitas korban diungkap setelah proses identifikasi yang dilakukan oleh tim kepolisian Polres Pasuruan. Faradila diketahui lahir di Probolinggo pada 15 April 2004 dan beralamat di Dusun Taman, Desa Tiris, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo.

Kasi Humas Polres Pasuruan, Iptu Joko Suseno, mengatakan korban ditemukan masih mengenakan jaket hitam, celana kain warna krem, serta helm warna pink yang masih melekat di kepalanya saat ditemukan di dasar sungai.

“Korban atas nama Faradila Amalia Najwa, usia 23 tahun. Ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di aliran sungai Wonorejo. Dari ciri fisik, di bagian pusar terdapat tindik,” ujar Joko, Selasa (16/12/2025).

Ditemukan Warga Saat Hendak Panen Jagung

Jenazah Faradila pertama kali ditemukan oleh seorang warga bernama Rohim, yang hendak memanen jagung di sawah sekitar lokasi kejadian, sekitar pukul 06.30 WIB. Saat memarkir kendaraan di jembatan, saksi melihat sosok perempuan tergeletak tak bergerak di dasar sungai.

Temuan tersebut segera dilaporkan ke warga lain dan diteruskan ke Polsek Wonorejo. Polisi kemudian memasang garis polisi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Posisi Jenazah Janggal, Polisi Dalami Penyebab Kematian

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, posisi jenazah ditemukan dengan kepala berada di bawah dan kaki di atas, serta tidak terseret arus sungai. Kondisi ini memunculkan sejumlah pertanyaan terkait penyebab kematian korban.

“Mayat berada di dasar sungai dan tidak terkena aliran air. Saat ini masih dilakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban,” jelas Joko.

Puluhan warga dan pengguna jalan sempat memadati lokasi penemuan jenazah, sebelum akhirnya korban dievakuasi untuk proses pemeriksaan lanjutan.

Polisi Lakukan Penyelidikan Lanjutan

Hingga kini, polisi masih mendalami apakah kematian korban murni akibat kecelakaan atau terdapat unsur lain. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, sementara tim penyidik terus mengumpulkan bukti-bukti di lapangan.

“Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Mohon bersabar, perkembangan akan kami sampaikan,” pungkas Joko.(æ/red)