Kota Malang, BeritaTKP.com – Setelah melalui serangkaian kunjungan dan sidak yang dilakukan untuk mengevaluasi kondisi lingkungan dan kesejahteraan warga, RT 08 RW 01 Arjosari, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, mencatat perubahan positif yang signifikan. Bapak Ketua RT 08 telah sukses menggerakkan seluruh warga untuk “berbenah” dengan mengembangkan berbagai kegiatan kolaboratif yang tidak hanya meningkatkan kesehatan fisik, tetapi juga memperkuat ikatan sosial dan ketahanan pangan di lingkungan.
Langkah awal yang diambil adalah memulai program olahraga pagi secara teratur, di mana pak RT secara aktif mengajak warga dari berbagai usia untuk berkegiatan bersama setiap pagi. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan menjaga kebugaran tubuh, tetapi juga menjadi wadah untuk bertukar informasi dan cerita antar warga sebelum memulai hari.
Selain olahraga, warga juga bersama-sama melakukan perbaikan lumbung dan mengikuti program penanaman rame-rame yang diinisiasi Yayasan Merah Putih Revolusioner, yang langsung dijalankan oleh ketua RT 08. Proses menanam dilakukan secara bersama-sama, menciptakan suasana yang meriah dan penuh semangat. Setiap kali selesai berkegiatan, warga diajak makan bersama dengan membuat nasi gurih atau nasi lemak secara rame-rame – sebuah momen yang sangat dinantikan karena mampu mempererat hubungan antar tetangga.
“Kita mau sehat, tapi tidak usah mahal,” ujar salah satu warga, menjelaskan alasan antusiasme mereka. Kegiatan berkebun dan membersihkan kebun sendiri dijadikan sebagai bentuk olah raga alternatif, sambil menanam tanaman yang tidak hanya berguna untuk konsumsi, tetapi juga berperan dalam menyumbangkan oksigen dan menjaga kebersihan udara di lingkungan.
Tidak hanya itu, kawasan RT 08 Arjosari juga pernah dikenal sebagai tempat wisata petik Labu Madu sejak 3 tahun yang lalu, yang bahkan telah terdokumentasi di channel Youtube milik Ahmad Riyadi. Meskipun saat ini tidak lagi beroperasi sebagai wisata, kenangan tersebut menjadi inspirasi bagi warga untuk terus mengembangkan potensi lahan di lingkungannya.
Ibu-ibu PKK di RT tersebut juga tidak kalah aktif. Selain mahir mengolah hasil lumbung untuk mendukung ketahanan pangan, mereka juga memiliki kelompok hadrah yang sering tampil dalam berbagai acara masyarakat, menambah warna budaya di lingkungan.
Untuk mencapai tujuan hidup sehat dan berkelanjutan, warga juga telah membangun komposter untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk alami. Tidak hanya itu, mereka juga mengembangkan budi daya ikan air tawar, ayam kampung, dan mentok – dengan kandang mentok sedang dalam proses persiapan. Untuk meningkatkan perekonomian warga, berbagai produk UMKM juga mulai berkembang, antara lain kripik pisang, kopi, dan teh yang dibuat dari kulit salak yang diolah secara mandiri.
Semangat warga RT 08 RW 01 Arjosari dalam menjaga udara tetap bersih dan membangun komunitas yang solid menjadi contoh bagi lingkungan sekitar. Dengan kerja sama yang erat dan antusiasme yang tinggi, mereka membuktikan bahwa perubahan positif bisa dimulai dari lingkungan terdekat, tanpa membutuhkan biaya yang besar.(Imam)





