Surabaya,BeritaTKP.com – Wakil Wali Kota (Wawali) Surabaya, Armuji, yang akrab disapa Cak Ji, akhirnya “turun gunung” dengan amarah meluap setelah mendengar tumpukan laporan dari warganya, terutama para pengemudi ojek online (ojol), yang motornya mendadak “sakit-sakitan” usai mengisi BBM jenis Pertalite.
Dikenal dengan gayanya yang lugas dan tanpa basa-basi, Cak Ji tidak menahan diri.
Dalam sebuah pernyataan tegas pada kamis (30/10), beliau melontarkan “semprotan” keras khas “Arek Suroboyo” yang ditujukan langsung kepada Pertamina dan pihak² terkait yang dinilainya lamban merespons.
“Masyarakat ojo dirugekno!” (Masyarakat jangan dirugikan!) seru Cak Ji.
“Iki akeh laporan motor brebet sakwise isi BBM. Pihak terkait ojo tutup mata, kudu tanggap. Melek o Pertamina!” (Ini banyak laporan motor brebet setelah isi BBM. Pihak terkait jangan tutup mata, harus tanggap. Bangun, Pertamina!).
Amarah Cak Ji tampaknya memuncak karena wabah ini menyerang langsung dapur para pengemudi ojol, yang notabene menggantungkan hidupnya pada kesehatan sepeda motor mereka.
“Rakyat iki angel golek bensin saben dino. Nek wis tuku tapi malah motore rusak, yo jelas loro,” (Rakyat ini susah cari bensin setiap hari. Kalau sudah beli tapi malah motornya rusak, ya jelas sakit) ujar Armuji dengan nada prihatin yang mendalam.
Ini bukan sekedar gertak sambal, Cak Ji secara spesifik menuntut Pertamina untuk segera melakukan pengecekan kualitas bahan bakar di lapangan.
Beliau bahkan menyebutkan lokasi² SPBU yang paling banyak dilaporkan oleh warga, yakni di kawasan Diponegoro, Tapak Siring dan Rajawali Surabaya.
Cak Ji juga menegaskan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tidak akan tinggal diam dan hanya menunggu laporan.
Beliau mengancam akan “turun bareng” (turun ke lapangan bersama-sama) dengan tim dari Pertamina dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) untuk mengawal langsung proses investigasi dan memastikan kualitas BBM yang beredar.
“Kami bakal turun bareng instansi terkait supaya masyarakat terlindungi. BBM yang beredar kudu sesuai spesifikasi Pertamina”, tegasnya.
Peringatan keras dari orang nomor dua di Surabaya ini menambah tekanan besar bagi Pertamina, yang sebelumnya juga sudah menghadapi keluhan serupa di berbagai kota di Jawa Timur, untuk segera mengungkap dan menyelesaikan misteri Pertalite “brebet” yang meresahkan ini.(Imam)





