Serang, BeritaTKP.com – Polda Banten bersama Pemerintah Provinsi Banten mengambil langkah cepat dalam penanganan kasus radiasi Cesium-137 di kawasan industri Cikande, Kabupaten Serang, dengan memastikan keselamatan warga zona merah melalui relokasi sementara yang layak dan tepat sasaran.

Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki menegaskan bahwa proses evakuasi warga terdampak harus dilakukan secara cepat, akurat, dan manusiawi. Pernyataan itu disampaikan saat sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Kantor Kecamatan Cikande, Senin (13/10/2025).

“Kami berharap masyarakat di zona merah segera dievakuasi sementara. Pendataan harus akurat, mulai dari jumlah kepala keluarga, kebutuhan MCK, tempat tidur, hingga transportasi untuk bekerja dan sekolah,” ujar Kapolda Hengki.

Ia menjelaskan, tiga lokasi telah disiapkan sebagai tempat relokasi sementara, yaitu Balai Latihan Kerja (BLK), Gedung PGRI, dan Wisma Bhayangkara. Fasilitas tersebut akan digunakan hingga proses dekontaminasi wilayah dinyatakan tuntas.

Kapolda menekankan bahwa relokasi tidak boleh menghambat aktivitas ekonomi warga.

“Kalau ditempatkan di Kota Serang, harus disiapkan transportasi harian seperti bus atau truk. Warga tidak boleh kehilangan akses ke tempat kerja,” tambahnya.

Kasus radiasi Cikande kini menjadi perhatian nasional bahkan internasional. Kapolda berharap penanganan dapat selesai sebelum bulan Ramadhan.

“Kalau bisa sebelum Ramadhan sudah selesai, agar masyarakat bisa beribadah dengan tenang. Ini penting untuk keamanan dan kenyamanan bersama,” jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni menjelaskan bahwa wilayah terdampak telah dibagi menjadi dua kategori, yaitu zona merah dan zona kuning.

“Kita sudah memetakan wilayah terdampak dan menyiapkan langkah-langkah penanganannya. Tim gabungan dari pemerintah daerah, kementerian, dan aparat hukum terus bekerja menangani sumber bahan berbahaya dan melakukan dekontaminasi,” ujar Gubernur.

Ia menargetkan dalam waktu dekat pemerintah dapat menyatakan seluruh wilayah Cikande aman dari paparan radiasi.

“Setelah lebih dari dua bulan penanganan, kami berharap dalam waktu dekat wilayah ini sudah bisa dinyatakan aman,” tegasnya.

Menurutnya, peristiwa ini menjadi pelajaran penting tentang kolaborasi lintas lembaga dalam menghadapi situasi darurat.

“Ini bentuk kolaborasi bangsa besar. Kita punya ahli, alat, dan sumber daya untuk menyelesaikan masalah ini,” ungkapnya.

Pemerintah kini tengah menyiapkan skema relokasi sementara bagi warga terdampak paling parah, dengan memperhatikan kelayakan tempat dan kesinambungan aktivitas warga.

“Pak Kapolda sudah menyiapkan tempat, Ibu Bupati juga menyiapkan, dan Pemerintah Provinsi akan memastikan semua kebutuhan warga terpenuhi,” tutup Gubernur Andra Soni.(æ/red)