Semarang, BeritaTKP.com – Betapa terpukulnya Samroti, yang merupakan ibu rumah tangga di Dusu Sukorejo, Desa Bakalrejo, Susukan, Semarang, ketika menemukan anak bungsunya tewas dengan cara gantung diri dibelakang rumahnya.
Kapolres Semarang, AKBP Ike Yulianto, lewat Kapolsek Susukan, AKP Sarminto, mengatakan jika pihaknya sudah menerima laporan soal seorang pemuda berinisial JM yang ditemukan tewas gantung diri di sebuah pohon jati di belakang rumahnya di Desa Bakalrejo.
“Dan yang menemukan pertama kali jenazah JM tergantung di pohon jati itu adalah ibunya sendiri, Samroti, saat hendak menuju kamar mandi yang juga terletak di belakang rumah mereka sekitar jam 15.30 WIB,” ucapnya pada Jumat (27/9/2024).
“Saat usai melihat anaknya tewas gantung diri di pohon jati yang memang berada bersebelahan dengan kamar mandi rumah itu, Ibu Samroti ini berteriak histeris, hingga ayah korban dan warga setempat langsung menuju sumber teriakan Samroti,” tambahnya.
AKP Sarminto juga menjelaskan jika jika saat petugas kepolisian dari Polsek Susukan tiba di lokasi kejadian, jasad JM telah dievakuasi oleh keluarga bersama warga setempat.
“Saat pemeriksaan terhadap jenazah JM di awal kejadian ditemukannya jasadnya yang tergantung di pohon jati itu, memang tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Artinya, JM tewas karena murni nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri,” ujarnya.
“Berdasarkan keterangan keluarga, korban ini sehari-hari bekerja sebagai buruh dan kemungkinan menjalin asmara. Sehingga, kematiannya ini diduga karena persoalan asmara sehingga korban nekat bunuh diri,” pungkasnya. (æ/red)





