Nganjuk, BeritaTKP – Desas desus para Kepala Desa se Kabupaten Nganjuk khususnya dari beberapa telah mengungkapkan keluhannya mengenai Beaya Operasional Mobil Siaga Desa yang telah diturunkan dari Pemerintah Pusat ke setiap Pemerintah Kabupaten, karena anggaran pengganti tersebut sangat minim sekali bahkan sebenarnya tak mencukupi kendati memakai bahan bakar terpilih yakni Bensin Pertamax dan mungkin ini se Nasional sama.

Dari kemampuan tiap desa serta kapasitas pemakaian jelas tidak sama mengenai kembutuhan masyarakat untuk menggunakan barang yang telah disediakan oleh pemerintah diperutukkan pelayanan kepada rakyat ” kata sumber ” .
Saban desapun penduduk yang memerlukan mobil tersebut tidak sama ukurannya, misalkan desa A dalam satu bulan memakai 10 kali berlainan dengan desa B yang memakai dalam sebulannya 20 kali, Naa …… di situlah masalahnya, sedang beaya operasional yang diturunkan dari pemerintah adalah berkisar lebih kurang Rp. 1.500.000; ( Satu Juta Lima Ratus Ribu Rupiah ) ini disampaikan oleh salah seorang Kades dari Kecamatan Ngronggot berinitial ( LCgk ) hari Selasa, 23 Juli 2024 pukul 10’20 Wib.kepada awak media ini , demikian pula pada Jum’at, 26 Juli 2024 pukul 10’42 Wib.seorang Kades di Kecamatan Prambon berinitial ( LSgh ) dalam keluhnya bahwa mobil itu boros , ke RS gila Menur, Surabaya dengan bensin senilai Rp.250.000; tidak cukup karena memakai bahan bakar Pertamax .
Disampaikan pula oleh Kades di Kecamatan Bagor yang enggan disebutkan identitasnya pada Senin, 29 Juli 2024 pukul 10’33 Wib. mengatakan jika ke Surabaya ukuranya ya Rp. 300.000; bila anggaran kurang dapat diambilkan dari Dana Desa tetapi tidak boleh melebihi juklak dan jusnisnya, ya…memang harus Pertamax tapi ada yang bisa diisi Pertalite ada juga yang bisa diisi Pertamax, kalau di pom sini bisa ngisi Pertalite dan bisa ngiisi Pertamax .
Selasa, 30 Juli 2024 pukul 10’00 Wib. Kades di Kecamatan Lengkong berinitial ( Sj ) berkata dalam setahun dianggarkan 30 Juta tidak cukup habisnya 60 Juta, memang boros karena mesin jenis APV beda dengan Avanza atau yang lain, kalau disini tidak bisa diisi Pertalite harus Pertamax . Ya kalau bisa diambilkan dari Dana Desa nggak apa apa tidak harus kurang, dari Lengkong ke Solo PP habis Rp . 450.000; , di anggarkan 60 Juta itu tadi sudah keseluruhan termasuk ganti ban, jika ada kerusakan, gaji sopir serta perawatan ” ucapnya ” .
Untuk upah Sopir 1 bulan Rp. 900.000; jika mengenai bahan bakare dari Desa Karangsemi ke Nganjuk dibelikan bensin Rp.100.000; digunakan 2 kali perjalanan tidak cukup, ini disampaikan oleh sesorang berinitial ( Cr K ) salah satu Perangkat Desa di Kec. Gondang pada Senin, 30 Juli 2024 pukul 12’31 Wib. ditambahkan pula tentang bahan bakarnya memang sangat boros .
Yang menjadi harapan agar Pemerintah Pusat dan Jajaran Terkait bisa mengerti bahwa situasi yang berada di tingkat Pedesaan itu semuanya hanyalah demi rakyat yang membutuhkan untuk menuju ke Kesejahteraan yang memadai. ( tut )





