Lumajang, BeritaTKP.com – Tak hanya manusia saja yang menjadi korban erupsi Gunung Semeru, sejumlah hewan ternak milik warga juga tertimpa runtuhan abu vulkanik.
Para relawan menemui banyak hewan ternak yang terjebak dalam endapan abu vulkanik di sekitar Dusun Curah Kobokan dan Dusun Kajang Kuning, Desa Supit Urang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Probolinggo. Saat terjebak, hewan-hewan ini masih hidup.
Sejumlah hewan ini masih bernyawa meski hampir seluruh badannya terendam debu kering vulkanik.
Di lokasi ditemukan beberapa hewan seperti kerbau, unggas, sapi, hingga kambing. Saat ditemukan relawan dan peternaknya, para hewan langsung dievakuasi dari jebakan lumpur vulkanik yang mengering.
Agar bisa bertahan hidup, para relawan juga langsung memberi minum dan makan para hewan di lokasi. Karena proses evakuasi cukup memakan waktu yang lama.
Salah satu pemilik hewan ternak bebek yang ditemukan hidup, Busrianto ,50, mengatakan bahwa dirinya memiliki sekitar 100 ekor bebek. Namun baru seekor bebek yang ditemukan.
Saat ditemukan, kondisi kaki bebek tersebut terjebak lumpur vulkanik yang sudah kering sehingga menyebabkan tidak bisa bergerak.
“Saya mendapat info satu ekor bebek selamat berhasil dievakuasi oleh relawan,” pungkas Busrianto, Rabu (8/12/2021).
Busrianto menyampaikan bahwa saat erupsi, tetangga dan saudaranya memang berlarian menyelamatkan diri, hingga tak sampai memikirkan nasib para hewan ternak.
“Banyak tetangga dan saudara saya yang tinggal di Dusun Curah Kobokan memelihara hewan ternak. Saat Gunung Semeru lontarkan awan panas guguran, langsung kabur tinggalkan semua hewan ternaknya dan keesokan harinya balik melihat kondisi rumah sudah hancur. Hewan ternak juga hilang,” jelasnya.
Sementara hingga saat ini, para korban yang selamat terus mencoba pulang dan mencari harta benda hingga hewan ternaknya yang kemungkinan masih hidup.
(k/red)







