Papua Barat, BeritaTKP.com – 15 Bangunan rumah penduduk Pulau Mutus, Distrik Waigeo Barat, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, diterjang gelombang tinggi sekitar 2 meter pada Minggu (5/12/2021). Sebanyak tiga rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan berat.

“Sekitar 15 rumah tapi yang mengalami rusak parah itu ada tiga rumah,” ungkap warga Mutus, Ferdinand Dimara, Minggu (5/12/2021) malam.

Menurut dia, air pasang serta gelombang tinggi mulai terjadi sejak Sabtu (4/12) sekitar pukul 16.00 wit hingga Minggu malam.

“Tinggi gelombang mencapai 2 meter,” ucapnya.

“Tapi ini air masuk di rumah warga, hampir 20 rumah warga dimasukin air laut,” lanjutnya.

Para penghuni dari tiga rumah yang mengalami rusak berat, lanjut dia, dikatakan sudah mengungsi ke rumah keluarga dan kerabat yang aman.

“Sedangkan warga yang rumahnya tergenang air laut akibat tingginya air pasang serta gelombang yang tinggi, sebagian masih bertahan sambil siaga,” ujar dia.

“Jadi sementara masyarakat lagi waspada siaga,” imbuh Ferdinand, yang juga merupakan pemandu wisata di Raja Ampat.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), telah mengeluarkan peringatan dini mengenai gelombang tinggi di berbagai daerah mulai tanggal 6 Desember pukul 07.00 wib hingga 7 Desember pukul 07.00 wib.

BMKG mengungkap potensi ketinggian gelombang bisa mencapai 1,5 meter sampai 2,5 meter berpeluang terjadi di Selat Malaka hingga Perairan Fakfak-Kaimana dan Teluk Cendrawasih.

Selain itu, gelombang ketinggian 2,5 meter sampai 4 meter berpotensi terjadi di Perairan Enggano Bengkulu, Perairan Utara Papua Barat hingga Papua, Samudera Pasifik Utara Papua Barat hingga Papua.

Hal ini terkait dengan pola dan kecepatan angin. Untuk wilayah Indonesia bagian utara, angin dominan bergerak dari arah Barat – Utara dengan kecepatan angin berkisar 8-25 knot.

Sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan dominan bergerak dari Barat Daya – Barat Laut dengan kecepatan angin berkisar 8-30 knot.

BMKG juga menyebutkan kecepatan angin tertinggi terpantau di Perairan barat Lampung, Selat Sunda bagian selatan, Selat Makassar bagian selatan, dan Perairan selatan Ambon.

“Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada,” tulis BMKG. (RED)