
Surabaya, BeritaTKP.com – Listyani, seorang ibu yang tinggal di Jalan Agung Suprapto, Genteng, Surabaya kabur dari rumah lantaran telah diiming-imingi jual beli tokek senilai Rp 1 Triliun. Harga yang tak masuk akal tersebut membuat keluarga dari sang ibu kebingungan dan memilih untuk melaporkan ke Mapolsek Genteng.
Kanit Reskrim Polsek Genteng Iptu Sutrisno membenarkan adanya laporan tersebut. Sampai saat ini, Listyani tak kunjung ditemukan.
“Yang membuat laporan keluarganya. Sampai saat ini, kami masih melakukan pencarian,” jelas Sutrisno, Sabtu (4/12/2021).
Menurut keterangan keluarganya, Listyani pergi dari rumah usai diiming-imingi oleh pebisnis tokek. Pihaknya hingga kini juga berupaya mencari keberadaan Listyani dengan berkoordinasi dengan pihak lain dan menyebar foto korban.
“Kami upayakan perempuan yang kabur itu cepat ditemukan dan kembali berkumpul dengan keluarganya,” tuturnya.
Salah satu pihak keluarga yang bernama Tommy Han mengatakan bahwa Listyani sudah kabur dari rumah sejak Kamis (2/12/2021) lalu. Saat meninggalkan rumah, Listyani membawa HP. Pihak keluarga sendiri sempat menghubungi nomor HP-nya dan mengirim pesan whatsapp. Namun, Listyani enggan merespons sama sekali.
Polisi sempat melacak keberadaan posisi terakhir Listyani saat mengaktifkan telepon genggam. Namun, HP-nya terakhir aktif di daerah Wonokromo.
“Saya cek melalui IMEI HP-nya lokasi mertua saya berada di daerah Wonokromo,” pungkas Tommy.
Tommy yang merupakan menantu Listyani menyampaikan bahwa sebelum kabur dari rumah, mertuanya sempat bercerita terkait bisnis jual-beli tokek seharga Rp 1 triliun. Ia menduga, Listyani diiming-imingi dengan mendapat keuntungan yang besar.
Bahkan, untuk meyakinkan keluarganya, Listyani sempat menunjukkan bukti surat pernyataan penjualan tokek seharga Rp 1 triliun serta foto bersama dengan penjualnya. Karena tidak pasti dan tak percaya dengan bisnis tersebut, keluarganya kemudian menegur serta mengingatkannya.
“Karena mertua memaksa akhirnya adik saya emosi dan memukulnya,” ucap Tommy.
Sejak kejadian itu, Listyani marah lalu diam-diam kabur dari rumah hingga sekarang. Keluarganya tidak tahu ia menginap di rumahnya siapa dan posisinya di mana.
“Saat dihubungi HP-nya masih aktif, tapi tidak diangkat. Di WhatsApp mau dijemput dan disuruh share location tidak tidak dikasih oleh mertua, sampai akhirnya tidak aktif,” imbuhnya.
(k/red)





