Nganjuk, BeritaTKP – Rasa ketidakpuasan yang dilakukan oleh Johan Harmoko, Kepala Desa Tembarak , Kec. Kertosono ini atas dugaan penyimpangan anggaran dana desa yang diperuntukkan pembangunan di desanya sangat diragukan kendati bangunan belum lama sudah rusak.  Sabtu, 16 Maret 2024 pagi Pkl. 10’00 Wib. warga Desa Tembarak datang berduyun duyun sekitar 75 an mendesak Kepala Desa untuk meminta klarifikasi tentang pembangunan jalan usahatani yang ada di gang 3 tersebut serta kejelasan tentang pengadaan Tossa tahun 2023 kemarin yang hingga kini belum kunjung ada . Sementara pengamanan dari Polsek Kertosono ada 13 an personil ditambah seorang Babinsa Koptu Umar Wira yang siap berada dilokasi.

Purnomo warga desa Tembarak mengatakan bahwa agenda ini menindaklanjuti dari surat yang kemarin sehingga baru bisa terlaksanakan hari Sabtu dan bersifat klarifikasi atas munculnya pemberitaan yang telah beredar dari media masa yang berkaitan dengan pembangunan jalan usahatani di tahun 2023 dan pengadaan Tossa ,sehingga warga ingin mengetahui kejelasan tentang kenyataan tersebut . Dalam saran Purnomo agar musyawarah ini diselesaikan dengan baik tidak ingin dirinya terjadi hal yang tak diinginkan seperti di tahun 1999 lalu .

Karena yang dipertanyakan disini  ada 2 point’ yaitu pembangunan jalan usahatani ditahun 2023  dan pengadaan Tossa senilai Rp.30.000.000; juga tahun 2023 maka itulah yang harus diselesaikan .

Seorang perwakilan dari warga bernama Edy Yulianto mempertanyakan tentang pembelian Tossa senilai Rp.30.000.000; kenapa tidak segera  terealisasikan karena ada potongan pajak PPN dan PPH sehingga anggaran yang diterima oleh PK hanya sekitar Rp.26.000.000;  dan kenapa uangnya itu dibawa oleh Kades?, Kades menjawab sambil menunjukkan kwitansi pembelian kendaraan roda tiga merk Viar senilai Rp. 28.900.000 ; dan selanjutnya  Edy menanyakan tentang bangunan yang ada di gang 3 bahwa pengerjaannya tanpa ada pondasi dan keadaan tanahnya yang gembur baru beberapa bulan sudah pecah pecah rusak . Saat Edy bertanya kepada PK nya ( Modin ) menjawab bahwa segala sesuatunya tidak mengerti karena uangnya dibawa oleh Kades , sedangkan jawab Kades bilamana sudah ada koordinasi dengan PK . Disini dianggap aneh oleh para warga karena tak prosedur sesuai Tupoksi nya . Menurut Edy bahwa terjadi saling lempar kesannya mbulet karena menyangkal jika anggaran tersebut dari Bendahara lalu diteruskan ke PK kata Kades. Namun para warga tetap tidak puas dan Edy bersama para warga akan menyatakan” Mosi tidak percaya” kepada pemerintahan Kades Tembarak Johan Harmoko ” .

Disela waktu ditanyakan pula tentang pelayanan kenapa Kades sering tidak ngantor  ? memang diakui bahwa pelayanan siap 24 jam kalau tidak di kantor ya di rumah ”  katanya ” . Purnomo menambahkan apabila segalanya harus dicatat karena banyak kecurigaan bila masih ada ketidakpuasan maka akan diteruskan ke kecamatan dan kalau nantinya mentok ya Inspektorat didatangkan agar enak semuanya.

Karena Kades terus menerus didesak masalah Tossa  akhirnya seketika itu pukul 12’00 Wib.didatangkan didatangkan yakni  1 unit kendaraan bermerk Viar warna biru dengan jenis model Perempuan , bukan Viar jenis laki laki ( Long ) ” kata warga yang hadir ” .

AKP R. Rini , Kapolsek Kertosono menambahkan bahwa ini tadi adalah bentuknya klarifikasi bukan demo karena juga tak ada ijin resmi ke Polsek bila demo serta Kapolsek berpesan karena ini juga hari puasa maka kita bisa memberikan suasana yang kondusif tentram jangan melakukan tindakan yang anarkis karena bagaimanapun nantinya akan merugikan diri sendiri . Babinsa pula menambahkan yang pada intinya mari kita menjaga bersama sama agar kondusif dan aman .

Kata Edy kepada awak media semua bahwa titik temunya tetap mengerucut ke muspika kita akan mendatangkan Camat Kertosono nanti . Karena warga kurang puas dan kecewa sebab menyangkut dana desa . Purnomo  sendiri harus menjaga ketentraman , dan harapannya yaitu tetap mengerucut ke muspika dalam hal ini Camat . Jawaban Kades kepada media tidak mengerti akan arahan dari warga dengan akan mendatangkan muspika ,  karena menurutnya sudah sesuai berjalan apa adanya . (tut)