Surabaya, BeritaTKP.com –  Ratusan massa yang tergabung dalam kelompok organisasi mayarakat (ormas) Madura Asli (Madas), menggeruduk Kantor Suzuki Finance Indonesia yang ada di Jalan Kenjeran, Kota Surabaya. Aksi tersebut terjadi buntut dari penarikan unit sepihak oleh pihak leasing.

Video aksi itu awalnya diunggah oleh akun Tiktok @madasindonesia, lantas diposting ulang sejumlah akun Instagram, seperti @aslisuroboyo, @surabayaterkini, @sekitarsurabaya.id. Di dalam video yang viral di media sosia tersebut, terlihat ada puluhan orang yang berada di depan kantor Suzuki Finance Indonesia.

Puluhan orang tersebut menyuarakan agar unit yang ditarik leasing dikembalikan kepada pemilik. Terlihat ada puluhan orang berada di depan kantor Suzuki Finance Indonesia yang menyuarakan supaya unit yang ditarik pihak leasing dikembalikan kepada pemilik.

Terlihat juga ada puluhan polisi yang juga berada di lokasi yang sedang berjaga. Dalam keterangannya, Jalan Kenjeran lumpuh total karena ada aksi dari Madas tersebut.  “Inilah kami kalau satu tersakiti atau terdzolimi, kami akan lumpuhkan. Besok akan kami datangkan massa yang lebih banyak. Dengarkan pihak SFI,” tulis keterangan dalam video yang diunggah oleh akun Tiktok @madasindonesia.

Di video lainnya juga terlihat ada api dan kepulan asap berwarna hitam di area kantor Suzuki Finance Indonesia. Sementara itu polisi juga terlihat memasang kawat berduri melingkari bangunan kantor Suzuki Finance Indonesia. Diduga agar massa aksi tidak merangseng masuk ke dalam gedung.

Unggahan video tersebut sontak menuai banyak komentar dari warganet. Salah satu warganet menyeletuk jika salah satu anggota ormas tersebut nunggak 5 bulan.

“Jare koncoku wes nunggak 5 bulan, dikek i diskon dari 120 jt dadi 90 jt ngeyel njaluk mek bayar 50 juta. Dipeker dealer e mbah e ben ne. amsyong tenan. nek gak mampu bayar gak usah gaya2 utang.” celetuk akun @*est*******.

(kata temenku sudah nunggak 5 bulan, diberi diskon dari 120 juta jadi 90 juta, tapi maunya cuma bayar Rp 50 juta. Dia kira dealer punya nenek moyangnya kah. Kalo gak mampu bayar, ndak usah pake gaya hutang.)

“Giliran maleng peda meneng ae, giliran nggone dewe ditarik berok.” ujar akun @mhr******.

(giliran soal maling semuanya diam, giliran punyaknya sendiri ditarik, teriak-teriak)

“pantesan daerah bulak banteng dan sekitare jeneng2 e di blacklist kabeh jukuk cicilan hp gaisok wkwkwk.” @ses*****fa*.

(pantas saja daerah bulak banteng dan sekitarnya namanya di blacklist semua. Ambil cicilan hp aja gabisa wkwkwk)

(Din/RED)