Rumah tempat saat Siti Maimunah dibunuh.

Sampang, BeritaTKP.com – Motif yang membuat pelaku pembunuh perempuan bernama Siti Maimuna (30) di sampang ternyata dilatarbelakangi masalah asmara. Pelaku yang bernama Fitria (23) merupakan selingkuhan suami korban, Pusini (33). Perselingkuhan keduanya ini telah terjadi selama 2 tahun.

Hal itu dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polres Sampang AKP Sigit Nursiyo Dwiyogo. “Hubungan cinta pelaku dengan suami korban berjalan kurang lebih 2 tahun,” ujarnya kepada wartawan di Mapolres Sampang, dikutip dari detikjatim, Selasa (16/1/2024).

Sigit mengatakan hubungan terlarang selama 2 tahun itu tak diketahui oleh suami korban. Namun amarah pelaku meledak saat suami korban mengakhiri hubungan tersebut, padahal Fitri masih cinta dengan Pusini.

Karena sakit hatinya, Fitria langsung merencanakan untuk menghabisi korban. Ia menggunakan celurit milik kakaknya. Fitria pun beraksi malam hari saat suami korban pergi ke Surabaya untuk mengurus usaha yang akan dijalankannya. “Saat suami korban ke Surabaya, malam itu lah pelaku beraksi,” ungkap Sigit.

Kasus ini baru terungkap 6 hari kemudian, setelah polisi melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah smartphone milik Pusini dan saksi lain. “Penyidikan kami menggunakan teknologi ITE dan dipadukan dengan hasil penyelidikan dan penyidikan di lapangan,” terangnya.

Dari peristiwa tersebut, polisi menyita barang bukti celurit, pakaian pelaku, dan pakaian korban yang masih terdapat bercak darah.

Akibat perbuatannya, Fitria dijerat Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 dan Pasal 351 tentang tindak pidana pembunuhan dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara atau hukuman mati.

Sebelumnya diberitakan, Warga Dusun Lorpolor, Desa Karang Gayam, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, dikejutkan dengan mayat perempuan bernama Siti Maimuna (30), yang ditemukan bersimbah darah, pada Selasa (9/1/2024) pukul 09.30 WIB.

Korban ditemukan tewas dalam kamar dan diduga dibunuh orang tidak dikenal (OTK). Hal ini diungkap berdasarkan keterangan kakak ipar korban yang menjadi saksi, dirinya mengaku sempat ada OTK masuk ke dalam kamar korban. Ketika terdengar keributan, kakak korban terbangun dan menghampirinya. Ketika itu dia menemukan korban sudah dalam keadaan bersimbah darah. (Din/RED)