Banyuwangi, BeritaTKP.com – Seorang bocah bernama Ahmad (12), warga Dusun Tojo, Desa Temuguruh, Kecamatan Sempu, Kabupaten Banyuwangi, dilaporkan hilang terseret arus Sungai Gayam, Desa Gumirih, Kecamatan Singojuruh, saat sedang mandi bersama lima orang temannya pada Rabu (13/12/2023) kemarin sore.

Menurut Kepala Desa Gumirih Murai Ahmad, korban hanyut saat sedang mandi di sungai bersama sesama rekannya sekitar pukul 14.00 WIB. Diduga, korban terseret arus sungai karena tidak bisa berenang.

Lantaran tak menemukan ABM, rekan korban memberitahu warga. Usai mendapat laporan tersebut, warga bersama aparat setempat langsung mencari. “Malam ini kami masih melakukan pencarian di sini,” ungkap Murai.

Mendapat laporan tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Surabaya memberangkatkan satu tim rescue Pos SAR Banyuwangi untuk lakukan pencarian bersama dengan tim SAR gabungan.

Pada pencarian hari kedua, Kamis (14/12/2023) sekitar pukul 08.15 WIB, tim SAR gabungan menemukan korban dalam keadaan meninggal dunia di Pantai Bomo Banyuwangi. Jenazah korban kemudian dievakuasi oleh tim SAR gabungan dan dibawa menuju Puskesmas Singorujuh Banyuwangi.

“SRU (Search and Rescue Unit) darat menemukan jenazah di titik koordinat 8°23’03.5″S, 114°20’54″E yang berjarak kurang lebih 18km dari lokasi kejadian awal” jelas Muhamad Hariyadi, S.Sos., Kepala Kantor SAR Surabaya.

Upaya pencari pada hari kedua ini sebelumnya telah dimulai sejak pukul 07.00 WIB dengan membagi tim SAR gabungan menjadi 2 SRU yakni SRU pertama untuk menyusur sungai lokasi tenggelamnya korban dan SRU kedua adalah SRU pencarian darat.

Adapun unsur SAR yang terlibat dalam pencarian ini adalah tim rescue Pos SAR Banyuwangi, BPBD Kabupaten Banyuwangi, Polsek Singojuruh, Polair Banyuwangi, Babinsa Singojuruh Banyuwangi, RAPI, 851 Banyuwangi, RAPALA Banyuwangi, serta masyarakat sekitar. (Din/RED)