Ponorogo, BeritaTKP.com – Setelah kabar terkait minta sumbangan bernilai fantastis kepada wali murid untuk membeli mobil baru dan sejumlah alat musik viral di berbagai media sosial, Kepala Sekolah SMPN 1 Ponorogo kini buka suara.

Mereka saat ini harus terpaksa menghentikan rencana tersebut. Kepala Sekolah juga meminta agar program ini dikaji ulang untuk membahas kebutuhan prioritas mana saja guna memajukan sekolah favorit di bumi reog tersebut.

Sebelumnya, pihak SMP Negeri 1 Ponorogo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur berencana menarik sumbangan kepada orang tua siswa kelas VII untuk membeli mobil operasional menjadi perhatian publik di media sosial.

Uang sumbangan tersebut nantinya baka mereka gunakan untuk pengadaan unit mobil pengganti mobil lama yang disebut kerap mogok. Besaran sumbangan per siswa dipatok dengan nilai paling kecil Rp 1,6 juta.

Lantaran dianggap janggal, oleh orang tua siswa SMPN 1 Ponorogo diunggah ke media sosial hingga menjadi viral. Dalam postingan itu tertulis sumbangan 288 orang tua siswa kelas VII SMPN 1 Ponorogo digunakan untuk pembelian alat musik senilai Rp 94.080.000, mobil senilai Rp 265 juta dan 34 unit komputer sebesar Rp 195.500.000.

Dari tiga item penggunaaan dana sumbangan, banyak orang tua siswa yang keberatan bila digunakan untuk membeli mobil. Terlebih saat ini SMPN 1 Ponorogo masih memiliki dua mobil operasional yakni Mitsubishi Maven dan Isuzu Elf. “Kalau mobil tidak semuanya bisa menggunakan. Jadi kami keberatan bila dilakukan peremajaan mobil,” ujar P, saah satu wali murid.

Sementara itu, Kepala SMPN 1 Ponorogo, Imam Mujahid mengatakan rencana penarikan sumbangan orang tua siswa untuk pembelian mobil, komputer dan alat musik sudah sesuai prosedur. Para orang tua sudah diajak musyawarah terlebih dahulu bersama komite sekolah didampingi aparat penegak hukum pada Selasa (26/9/2023) lalu. (Din/RED)