
Surabaya, BeritaTKP.com – Hasil pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging (MRI) milik SAH, siswi SDN 236 Gresik yang mengalami kebutaan usai dicolok tusuk bakso oleh kakak kelasnya, telah keluar. Gadis berusia 8 tahun itu kini harus menelan pahit hidup dengan satu mata akibat ulah kakak kelasnya.
Dari hasil MRI itu, dokter Spesialis Mata RSUD Ibnu Sina Gresik, dr Bambang Tohariyanto mengatakan, pasien dinyatakan memang mengalami penurunan penglihatan. Namun, dari MRI yang dilakukan di RS PHC Surabaya itu, dokter tak menemukan ada tanda bekas luka ataupun robekan. “Hasil pemeriksaan di mata kanan korban kami periksa, hasilnya memang betul terjadi penurunan penglihatan,” kata Bambang saat konferensi pers di Gresik, Kamis (21/9/2023).
Namun, berdasarkan pemeriksaan fisik makro, kata Bambang, pihaknya tidak menjumpai adanya luka atau bekas darah pada mata kanan SAH. “Dan hasil dari pemeriksaan fisik makro, tidak kami temukan kelainan apapun. Kemudian melakukan pemeriksaan MRI, dapat kami lihat hasilnya tidak dikatakan kelainan apapun, bekas darah ataupun adanya kelainan,” ucapnya.
Namun, Bambang mengaku belum bisa memastikan apa penyebab penurunan penglihatan pada mata kanan SAH. Kemungkinannya bisa karena rabun, gangguan saraf ataupun kelainan kornea. “Penurunan fungsi penglihatan ini kan macam macam penyebabnya, ada yang karena rabun, ada yang katarak, ada kelainan kornea, atau saraf,” ucapnya.
Penyebabnya juga bisa saja diduga dikarenakan penusukan yang dialami korban. Namun memang, pihaknya, belum menemukan bekas colokan tersebut. “Jadi tidak bisa ditarik kesimpulan apapun, karena tidak ada bukti apapun karena tidak menimbulkan bekas, tetapi secara anatomi memang tidak ada, secara fungsi iya [penurunan pengelihatan. Itu yang terjadi,” katanya. (Din/RED)





