Surabaya, BeritaTKP.com – Fakta baru dalam kasus pembunuhan Angeline, mahasiswi UBAYA yang jasadnya dibuang di Jurang Pacet Mojokerto terungkap. Adik dari tersangka Rochmad Bagus Apryatna diduga terlibat dalam aksi pembunuhan kakaknya.

Salawati, salah satu anggota Tim Advokat Ubaya yang mendampingi keluarga Angeline mengungkap bahwa berdasarkan rekonstruksi yang dilakukan oleh polisi, pembunuhan tersebut sebenarnya terjadi pada tanggan 3 mei antara pukuul 14.00 dan 15.00 WIB.

Kemudian, jenazah korban dibungkus dan dibiarkan sampai malam tangga 4 Mei. “Baru pada 5 Mei paginya dibuang. Jadi ada jeda,” kata Salawati dalam konferensi pers di Ruang Rapat Fakultas Hukum Ubaya pada Kamis (14/9/2023).

Salawati melanjutkan bahwa selama proses rekonstruksi, terungkap bahwa Roy tak sendirian saat membuang jenazah Angeline. Adik Roy ternyata turut serta dalam peristiwa tersebut, bertindak sebagai pengemudi, dan ikut mengangkat koper yang berisi jenazah Angeline untuk dibuang ke jurang Pacet, Mojokerto.

“Sebesar apa koper dan karung putih, kalau dokumen dengan berat 73 kg itu janggal. Pada saat rekonstruksi itu diangkat bersama (adik tersangka). Memang diangkat bersama oleh tersangka dan adiknya yang menjadi driver,” tegas Salawati.

Bambang, ayah dari Angeline, juga merasakan ada yang aneh dalam kasus pembunuhan anaknya. Sejak awal, dia tidak yakin bahwa pembunuhan itu hanya dilakukan seorang diri. “Kejanggalannya, kalau dilakukan sendiri rasanya kok nggak mungkin. Apalagi sampai ke pembuangan jenazah, jelas pasti ada yang membantu,” ucap Bambang.

Wakasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKP Teguh Setiawan, mengonfirmasi bahwa adik Roy terlibat dalam proses rekonstruksi yang telah dilakukan oleh polisi, tetapi dia bukan tersangka dalam kasus ini. “Belum ada alat bukti kuat untuk menjadikan adik tersangka untuk jadi tersangka, karena saat rekonstruksi pun dia memang ikut. Jadi dia ini diajak sama Roy,” kata Teguh dalam klarifikasinya.

Teguh menjelaskan bahwa pada saat itu, adik Roy diajak oleh tersangka dan hanya diberitahu jika mereka akan membuang beberapa dokumen kerja. Adiknya sempat bertanya kenapa dokumen itu dibuang, namun Roy tidak memberikan penjelasan yang lebih rinci. “Jadi selama perjalanan itu dia nggak tahu barang apa yang dibuang. Sampai di lokasi di Pacet itu, sampai dengan kembali lagi ke kosannya,” jelas Teguh. (Din/RED)