
Lamongan, BeritaTKP.com – Akhirnya Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi buka suara terkait KPK yang menggeledah Kantor Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Lamongan dan rumah dinasnya. Ia mengatakan, bahwa tujuan KPK tersebut hendak mencari dokumen proyek pembangunan gedung Pemda periode 2017-2019.
“Jadi sebagaimana diketahui, kemarin (Rabu) selain dari Dinas Perkim dan rumah dinas bupati dalam rangka untuk mencari dokumen berkaitan dengan proyek pembangunan gedung Pemda 2017-2019 dan sudah dilaksanakan selama beberapa jam,” kata pria yang disapa akrab dengan sebutan Pak Yes tersebut setelah menghadiri pengukuhan pengurus gerakan pemasyarakatan minat baca di kantor Perpustakaan Lamongan, Kamis (14/9/2023) pagi.
Pak Yes menyebut, pihaknya telah membuat berita acara terkait pencarian dokumen tersebut. Namun, saat ditanya dokumen apa yang dibawa KPK, Pak Yes tak ingin menjawab sebab hal itu bukan wewenangnya. “Saya tidak mempunyai kewenangan menjawab dan karena kemarin saya sudah diminta KPK, kalau ada pertanyaan tentang ini disampaikan saja diminta untuk bertanya ke KPK,” ujarnya, dilansir dari detikjatim.
Saat itu, pihaknya menunjukkan di mana dokumen-dokumen tersebut berada, seperti di ruang kerja bupati, rumah dinas dan ruang arsip. “Ya, karena mencari dokumen, kita tunjukkan saja, saya kasih tahu ini tempat kerja saya. Lebih lanjut nanti KPK yang menjelaskan,” terang Pak Yes.
Diketahui, proyek pembangunan gedung 7 lantai milik Pemkab ini menghabiskan dana hingga Rp 151 miliar yang dilakukan pada 2017-2019 atau pada masa pemerintahan Bupati Fadeli. Gedung yang kini menjadi gedung Pemkab Lamongan ini diresmikan pada 10 November 2019.
Diberitakan sebelumnya, kantor Dinas Perumahan Rakyat yang berada di Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (Perkim) Lamongan, jalan Ki Sarmidi Mangunsarkoro, digeledah oleh petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pada Rabu (13/9/2023) kemarin siang.
Penggeledahan berlangsung sekitar 3 jam, yakni mulai pukul 12.00 WIB sampai dengan 14.30 WIB. Setidaknya terdapat sekitar 9 petugas KPK yang mendatangi kantor setempat. Beberapa petugas kepolisian pun tampak mengawal proses penggeledahan ini. (Din/RED)





