
Malang, BeritaTKP.com – Salah satu warga Dusun Tengklik, Desa Durenan, Kecamatan Siderejo, Kabupaten Magetan, bernama Marsini (52), mengalami luka lebam di telinga, leher kanan dan dahi usai dianiaya, pada Sabtu (12/8/2023) pukul 13.45 WIB.
Wanita berusia 52 tahun tersebut babak belur setelah dianiaya oleh seseorang yang hendak merampok toko miliknya. Lengan kanan Marsini juga mengalami cidera akibat dipelintir si maling.
Pria itu masuk saat Marsini tengah salat di kamar. Karena mendengar ada suara orang, sang ibu pun menengok ke toko dan melihat maling sudah mengambil uang tunai sekitar Rp160.000 di dalam tas.
“Terus ibu teriak dan kemudian tangannya diplintir gitu sambil dipukul leher kanannya. Malingnya juga ambil hape ibu saya. Kemudian, dia kabur lompat pagar. Pagar ke jalan menurun itu tingginya sekitar 4 meter. Pas kabur, hape ibu saya jatuh. Terus malingnya kabur ke kebun,” kata Alfia saat ditemui di rumahnya, Minggu (13/8/2023) kemarin.
Warga yang mengetahui ada insiden perampokan tersebut langsung melakukan pencarian. Pencarian pun dilakukan sekitar 9 jam lamanya. Hingga akhirnya, si maling ditemukan tengah duduk di dekat makam Eyang Ronggo Galih di desa setempat.
Si maling mulanya tak mau mengaku. Namun, saat dikonfirmasi oleh Marsini, maling itu pun dimassa warga. “Awalnya gak mau ngaku. Sampai akhirnya ibu saya dikirimi foto, ibu saya pun mengenali orang itu dan bilang itu malingnya. Warga pun spontan memukuli maling itu. Kemudian diserahkan ke polisi,” lanjut Alfia.
Alfia mengatakan, pria itu kerap membeli rokok dan korek api di toko sang ibu. Namun, dia tak menyangka pelaku tega mencuri bahkan menganiaya ibunya. Dia pun tahu jika orang itu ngekos di Desa Buluharjo Kecamatan Plaosan Magetan.
Alfia mendapat kabar bahwa si maling mengalami patah kaki dan luka usai dipukuli warga. “Ya katanya warga dan polisi, si maling ini kakinya patah, kayaknya karena lompat dari pagar. Terus dahinya luka karena digebuki warga,” lanjutnya.
Saat ini kondisi Marsini masih trauma. Dia tak bisa tidur saat malam. Dan masih takut bertemu orang yang tidak dikenalinya. “Setelah kejadian itu ibu saya masih trauma. Masih takut kalau ketemu orang yang gak dikenal. Tokonya kami tutup dulu sementara,” pungkas Alfia.
Sementara itu, Sukro, salah satu warga setempat yang kerap berada di Makam Eyang Ronggo Galuh mengaku mengetahui saat si maling ditangkap hingga digebuki warga. Ia juga melihat bahwa maling tersebut berjalan pincang dan ada luka di lengan juga di dahinya.
“Pas saya datang, itu maling sudah duduk di dekat rumah warga di Makam Eyang Ronggo Galih. Kemudian, diinterogasi sama warga terus langsung dipukul gitu. Akhirnya, ngaku gitu. Itu bukan warga sini, katanya sih ngekos di Buluharjo. Pas kami serahkan polisi udah luka-luka, karena digebuki warga sama kayaknya karena loncat pagar,” katanya. (Din/RED)





