
Tuban, BeritaTKP.com – Sejumlah kawasan di Kabupaten Tuban dikabarkan mengalami gagal panen akibat kemarau panjang. Tanaman jagung yang telah berusia 80 hari, tumbuh kerdil dan menghasilkan bonggol kecil. Kondisi tersebut diperparah dengan serangan hama tikus hutan yang kelaparan.
Kondisi tersebut dialami oleh petani jagung di Desa Kowang dan Genaharjo, Kecamatan Semanding, kabupaten Tuban. Akibat kemarau panjang membuat sumur bor dan sakuran irigasi menjadi kering, sehingga puluhan hektar tanaman jagung tidak mendapatkan pasokan air yang mmebuat tanaman jagung berusia 80 hari tumbuh kerdi dengan tinggi rata-rata antara 50-100 centimeter. “Tak ada air sedikit pun. Sungai juga jauh. Jagungnya usia 2 bulan setengah gagal panen ini pak, susah petani,” ungkap Kastumi, petani jagung setempat.
Tak hanya itu, Serangan sekelompok hewan pengerat yang menyerbu ladang dan memakan bonggol jagung juga membuat jerih payah para petani jagung setempat selama 2,5 bulan menjadi sia-sia.
Kastuni, petani jagung di Desa Kowang menuturkan, akibat gagal panen ini petani menderita kerugian jutaan rupiah. Kini mereka hanya bisa memanen daun dan batang jagung untuk pakan ternak di rumah. “Sudah gak bisa dipanen, ini diambil untuk dipakai makan ternak di rumah. Habis dimakan tikus, sisanya rusak karena nggak ada air,” imbuh Kastumi.
Dengan adanya peristiwa ini, para petani berharap kepada pemerintah daerah untuk turun tangan menyelesaikan permasalahan pengairan yang terjadi hampir setiap musim kemarau. “Semoga ada bantuan dari pemerintah mas. Bisa bibit atau pupuk untuk tanam selanjutnya,” harap Siswanto, petani lain. (Din/RED)





