Foto: ILUSTRASI.

Malang, BeritaTKP.com – Tim gabungan pencari 2 orang rombongan tur study exchange Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Brawijaya (UB) yang hilang terseret ombak pantai Jembatan Panjang, Malang, tak kunjung menemukan kedua korban hingga memasuki hari pencarian ke-7 atau hari terakhir.

Koordinator Tim Basarnas Surabaya Nurhari mengatakan, selama pihaknya melakukan pencarian, tidak pernah ditemukan tanda-tanda apapun terkait keberadaan korban, seperti benda-benda milik korban.

Ia menyampaikan, pencarian ini dilakukan sejak 08.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB. “Sesuai dengan SOP jika 2 korban hingga hari ke-7 tidak ditemukan, maka operasi pencarian akan dihentikan sementara. Operasi bisa dilanjutkan lagi jika ada temuan atau tanda-tanda korban,” ujar Nurhadi.

“Dihentikan sementara itu, misal pada hari ke-9 ada temuan atau tanda-tanda, maka operasi pencarian akan kembali dilakukan. Sesuai aturan operasi lanjutan itu berlangsung selama 3 hari,” sambungnya.

Sementara, untuk proses pencarian sendiri tidak jauh berbeda dengan hari ke-6. Tim gabungan yang berjumlah sekitar 90 personel tersebut dibagi menjadi 7 regu yang melakukan penyisiran dan pemantauan di darat maupun di laut.

“Sekarang tim melakukan penyisiran ke arah barat. Kalau kemarin sampai perbatasan Malang-Blitar untuk hari ini sudah memasuki wilayah Blitar untuk penyisirannya. Mudah-mudahan bisa segera ketemu,” ujarnya.

Diketahui sebelumnya, ada 5 orang yang dinyatakan hilang setelah terseret ombak di Pantai Jembatan Panjang, Desa Sumber Bening, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, pada Sabtu (8/7/2023) lalu.

Setelah dilakukan pencarian, M Ruspandi alias Pendik sebagai panitia kegiatan berhasil ditemukan selamat usai terombang-ambing 9 jam di laut. Selain bekerja di agen travel, Pendik juga merupakan mahasiswa UB jurusan Administrasi Publik.

Sehari kemudian, tepatnya pada Minggu (9/7/2023) sekitar pukul 10.45 WIB, salah satu mahasiswa study exchange FK UB asal Spanyol bernama Ana Brieva Ramirez ditemukan selamat. Dia terdampar di Pantai Bantol yang letaknya cukup jauh dari lokasi awal terseret ombak.

Kemudian, 1 orang lagi ditemukan meninggal di perairan Trenggalek pada Selasa (11/7/2023). Korban adalah salah satu tour guide bernama I Made Indraprastha (42) warga Jalan Ikan Gurami Dalam, Tunggulwulung, Lowokwaru, Kota Malang.

Sementara, 2 orang tersisa yakni Jana Olivia mahasiswa, study exchange FK UB asal Swiss dan satu guide bernama Bayu, tak kunjung ditemukan sampai di hari terakhir pencarian. (Din/RED)