
Surabaya, BeritaTKP.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya umumkan bakal gencarkan pembangunan di beberapa sektor. Tak hanya di sektor drainase, Wali Kota Surabaya bakal membangun terowongan bawah tanah yang nantinya akan menghubungkan Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ) ke Kebun Binatang Surabaya (KBS).
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Tundjung Iswandaru memastikan proyek terowongan bawah tanah penghubung TIJ dengan KBS tersebut akan dijalankan pada tahun ini dan ditarget selesai sebelum akhir tahun. Sebetulnya, rencanan pembangunan terowongan ini sudah digaungkan sejak tahun 2020 lalu.
Menurut Tunjdung, proses lelang proyek terowongan TIJ-KBS yang panjangnya diperkirakan sekitar 150 meter tersebut akan dimulai pada bulan Agustus 2023 mendatang. ”Rencana pembangunan terowongan tersebut bertujuan mencegah kemacetan karena adanya penyeberangan para pengunjung dari parkiran TIJ ke KBS,” tutur Tundjung Iswandaru.
Tunjdung mengatakan, pembangunan terowongan ini nantinya akan menjadi jalur alternatif lain parkir wisatawan. Proyek itu digadang-gadang akan menjadi salah satu pusat usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk menggerakkan ekonomi. “Anggaran untuk terowongan mencapai Rp 25 miliar,” ucap Tundjung Iswandaru.
Kabar tersebut sampai kepada telinga para warga Surabaya. Tak sedikit dari mereka menolak adanya proyek pembangunan terowongan tersebut. Bahkan, mereka menyarankan jika anggaran tersebut lebih baik digunakan untuk pembangunan jalan.
Seruan para netizen sekaligus warga Surabaya tersebut tercakup dalam sebuah unggahan akun Instagram @ini_surabaya, yang membahas artikel serupa. “Surabaya bukan tempat wisata pakk. Mending dalam sik diperbaiki. Gorong* yo sik durung bener. Banjir wajah udan.” ujar akun instagram @fikhi.** dalam kolom komentar.
“Jaluk tulung di kaji ulang, mending gawe ndandani dalam sak Suroboyo mergo masyarakat ben dino aktivitas nang embong.” timpal akun @nrhdh***.
“Mending bangun jalan seng bolong*, mending bangun jalan gae pemotor ndek daerah wilangon, wisata nomer sekian, keselamatan wargamu nomer , nek gk mikirno keslametan warga gk usah dadi pejabat.” Tambah @andika_putra******.
(Din/RED)





