Jombang, BeritaTKP.com – Seorang bocah kelas 5 sekolah dasar (SD) berinisial RA (11), warga  asal Desa Japanang, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang dihajar oleh temannya hingga babak belur. Peristiwa tersebut terekam dalam sebuah video amatir yang kemudian viral di media sosial.

Aksi tersebut terjadi di belakang sekolah kedua anak tersebut. Kejadian itu direkam hingga kemudian viral di media sosial. Seperti yang diposting oleh akun Instagram @info_jombang satu jam yang lalu.

Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Aldo Febrianto mengatakan, setelah mengetahui video viral penganiayaan bocah SD tersebut, pihaknya mencari identitas keduanya. “Kami lakukan mediasi terkait video viral penganiayaan terhadap anak di wilayah hukum Polres Jombang,” kata Aldo, Selasa (27/6/2023) kemarin.

Proses mediasi tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Desa Desa Japanan, Junaidi Catur Wicaksono, juga dihadiri Kepala Sekolah Dasar Mohammad Sidiq, ibu korban IK, dan ibu pelaku SM. Selain itu, disaksikan UPTD PPA Sri Mujiati, Dinas Sosial Kabupaten Jombang Olvy Robertina Loedji, pekerja sosial Digit Dwi Permana.

Hasil mediasi tersebut, kedua belah pihak bersepakat untuk saling damai. Kedua orang tua sepakat perkara diselesaikan secara kekeluargaan. Selain itu, kedua orang tua telah menganggap perkara tersebut selesai dan tidak menuntut lagi secara hukum pidana maupun perdata. “Pihak keluarga pelaku sanggup mengganti rugi biaya pengobatan kepada korban,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan orang tua korban, peristiwa tersebut bermula ketika korban diajak bermain oleh teman-temannya. “Katanya orang tuanya (korban) diajak main layangan, kok tiba-tiba dihajar. Tidak dikeroyok, tetapi satu lawan satu,” kata Kepala Desa Japanan Junaidi Catur Wicaksono.

Anak tersebut diam saja sambil meminta ampun saat dihajar temannya. Kemungkinan, anak tersebut tidak berani membalas karena ada temannya pelaku sehingga tidak melawan saat penganiayaan itu terjadi.

Dirinya prihatin dengan kejadian seperti itu dan berharap hal yang sama tidak terulang lagi. “Melihat dari video, miris. Kecil-kecil tapi cara perlakuannya sadis,” pungkas Junaidi. (Din/RED)