
Surabaya, BeritaTKP.com – Nasib malang menimpa dua orang anak yang masing-masing bernama Queen (7) dan Nena (4). Mereka harus dilarukan ke RSUD Dr Soetomo usai digigit dan dicakar mmonyet di Taman Ngagel Tirto, tepatnya di Traffic Light Jagir arah Stasiun Wonokromo, Kota Surabaya.
Berdasarkan keterangan dari ibu kandung Queen dan Nena, yakni Palupi Mayasari (39), peristiwa malang tersebut terjadi pada Senin (19/6/2023) lalu, sekitar pukul 20.00 WIB. Ia dan kedua anaknya saat itu sedang melintasi Jalan Ngagel menuju ke Stasiun Wonokromo.
Setibanya di traffic light, tiba-tiba seekor monyet berukuran besar dengan tinggi 30 centimeter menyerang kedua anaknya. “Ditarik karena cepet sekali. Enggak ada yang menolong. Saya banting motor ke kanan. Saya tarik anak saya yang kecil. Anak saya yang besar dipegangi mama saya terus dipukuli agar monyetnya pergi.” Kata Palupi.
Queen dan Nena sempat dibawa pulang dan diobati sendiri. Namun, paginya mengalami demam sehingga sempat dibawa ke Puskesmas lalu diarahkan ke RSUD dr Soetomo Surabaya. “Setelah kejadian dibawa pulang, ndak panas langsung, saya kasih paracetamol dua-duanya. Nyeri, kan, kakinya. Tadi pagi agak panas yang anak pertama. Terus dibawa ke Puskesmas Ngagel Rejo, langsung disuruh ke IGD,” kata Palupi.
Tiba di IGD RSU dr Soetomo, Queen dan Nena mendapatkan penanganan berupa suntik vaksin tetanus untuk mengantisipasi rabies dan tetanus usai mengalami serangan oleh monyet. “Dokter di IGD disuntik, suntik TT (tetanus toxoid). Takutnya infeksi, takutnya rabies. Habis suntik diminta kontrol lagi. Penanganan hanya suntik sama dikasih salep dulu untuk pengeringan luka,” ujarnya.
Queen dan Nena mengalami banyak luka cakaran di kaki sebelah kiri dan terlihat bengkak. Selain itu, korban juga mendapatkan trauma berat terhadap monyet. Bahkan, mereka sempat mengigau dan berteriak-teriak monyet. “Nggak ada luka serius. Masih trauma, mimpi-mimpi ga bisa tidur. Teriak-teriak monyet, mengigau, nangis terus. Kaki saya loh aman, mbok kaki saya saja gitu lo,” ujar Palupi dengan nada sedih.
Sepasang bersaudara tersebut juga sempat didatangi oleh sejumlah petugas dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Dinkes, BPBD Surabaya untuk menanyakan kronologi kejadian. Di sana, para petugas juga mengatakan akan membantu pengawasan anaknya.
Palupi berharap ke depan Pemkot Surabaya lebih waspada terhadap sejumlah hewan yang berpotensi menyerang warga, apalagi sampai membawa virus rabies. Dia berharap pemerintah bisa melakukan sejumlah antisipasi agar hal serupa tidak terjadi lagi. (Din/RED)





