Korban yang terluka parah saat dievakuasi warga ke pusat kesehatan terdekat.

Pamekasan, BeritaTKP.com – Aksi kriminal berupa pembacokan kembali terjadi di Pulau Madura. Kali ini korbannya menyasarkan, Fauzi (32), warga Dusun Lebek, Desa/Kecamatan Pasongsongan, Sumenep.

Berdasarkan informasi yang didapatkan, peristiwa itu terjadi Sabtu siang di Dusun Bungur, Desa Tampojung Pregi, Kecamatan Waru, Pamekasan. Akibat penganiayaan itu korban mengalami pendarahan hebat dan dinyatakan meninggal usai menjalani perawatan di fasilitas kesehatan terdekat.

Sementara pelaku berjumlah tiga orang, masing-masing berinisial DR, JH dan JK, kini sudah diamankan oleh kepolisian. Ketiganya ternyata merupakan saudara dari selingkuhan korban.

Menurut keterangan pelaku, pembunuhan tersebut dilakukan atas dasar persoalan asmara. korban dituduh berselingkuh dengan istri ST, adik salah satu pelaku.

Pembacokan terjadi bermula ketika korban sedang berada di rumah ST di Desa Tampojung Pregi. Korban yang kepergok oleh JH dan DR sedang bersembunyi di dalam lemari kamar. ST sendiri tak ada di rumah karena merantau bekerja di Malaysia.

Fauzi ternyata memiliki hubungan gelap dengan istri ST. JH dan DR yang curiga kemudian menemukan tempat persembunyian Fauzi. Korban yang bersembunyi di dalam lemari berhasil dipergoki pelaku. Alhasil, korban kemudian dianiaya.

Untuk menghindari pertikaian, selanjutnya korban dititipkan dititipkan di rumah salah seorang warga untuk diserahkan kepada kepala desa. Namun, saat dititipkan tersebut, datang saudara dari suami MZ (selingkuhan Fauzi) berinisial JK dan langsung membacok Fauzi di jalan desa.

Akibat bacokan itu, korban seketika jatuh tersungkur. Sementara pelaku langsung kabur. Mulanya, korban sempat ditolong warga dan dibawa ke puskesmas. Tapi sayangnya, nyawa korban tidak tertolong karena luka yang cukup parah.

Atas peristiwa ini, Kapolres Pamekasan AKBP Satria Permana menghimbau kepada masyarakat agar tak main hakim sendiri. Sedangkan untuk ketiga tersangka, polisi kini telah menahannya. “Jadi kami berharap masyarakat tidak main hakim sendiri jika terjadi persoalan,” tandas Satria. (Din/RED)