Mojokerto, BeritaTKP.com – Kawasan hutan vegetasi yang ada di lereng Gunung Welirang, Kabupaten Mojokerto, dikabarkan mengalami kebakaran. Luas vegetasi yang terbakar mencapai 38,71 hektare. Akibat kebakaran tersebut, jalur pendakian ditutup.
Kasi Perlindungan dan Perbedayaan Masyarakat, Tahura R Soejo Ajat Surajat mengatakan kebakaran pertama kali diketahui pada Jumat (26/5/2023) sekitar pukul 05.00 WIB. Titik api pertama kali terletak di lereng Gunung Welirang, Desa Ketapanprame, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto.

Pada hari itu juga sekitar pukul 09.00 WIB, tim pemadaman bergerak ke lokasi secara bertahap. Total personel gabungan Tahura R Soerjo dan Relawan Masyarakat Peduli Api mencapai 80 orang.
Pemadaman sempat terkendala waktu tempuh dari Desa Ketanpanrame ke titik kebakaran 8-10 jam, jalur yang terjal diwarnai jurang dan tebing, hingga lokasinya berkabut dan berasap. “Sabtu malam sudah padam, tapi Minggu (28/5/2023) pagi dilakukan penyisirian lagi lokasi-lokasi yang terindikasi ada asap, jam 10 pagi dinyatakan sudah klir,” kata Ajat, Senin (29/5/2023).
Ajat menjelaskan, kebakaran hutan terjadi di lereng Gunung Welirang wilayah Desa Ketapanrame dengan ketinggian 2.942 mdpl. Vegetasi yang terbakar berupa pohon cemara gunung dan pakis hutan.
Ia memastikan hutan yang terbakar bukan di jalur pendakian maupun jalur yang biasa diakses masyarakat setempat. Penyebabnya pun belum bisa dipastikan. “Penyebab itu akan diketahui ketika tertangkap tangan. Ini kan kami tahunya sudah terbakar. Sehingga kami belum bisa memastikan asal api itu,” terangnya.
Mengenai jalur pendakian ke Gunung Welirang, tambah Ajat, sudah ditutup sejak kebakaran terjadi pada Jum’at pekan lalu. “Kami evaluasi dulu, kami sampaikan hasil di lapangan. Jika memungkinkan, kami buka lagi. Kami takutnya ada api susulan, masih dilihat dulu, mudah-mudahan padam dan tidak muncul api lagi,” tandasnya. (Din/RED)





