Surabaya, BeritaTKP.com – Kejadian tidak menyenangkan menghampiri 10 peneliti dari fakultas kedokteran hewan (FKH) Universitas Airlangga (Unair). Kegiatan penelitian bangkai paus yang dilaporkan terdampar di bibir Pantai Kejawan Putih Tambak, Kotas Surabaya tersebut berlangsung penuh musibah.
Sebelumnya, sepuluh orang yang terdiri dari 8 mahasiswa, dosen dan nelayan hendak melakukan autopsi bangkai paus menggunakan perahu nelayan di area pantai kejawan putih. Namun, setelah melakukan autopsi, rombongan tim tidak bisa kembali dikarenakan kondisi air laut surut sehingga perahu terjebak lumpur.

Komandan Tim Basarnas Surabaya, Octavio mengungkapkan 10 orang tersebut meminta meminta evakuasi setelah perahu yang ditumpanginya kandas dan terjebak lumpur. “Sebelumnya 10 orang yang berada di lokasi tersebut, namun 2 korban telah lebih dahulu kembali ke daratan dengan kapal lain sebelum air surut dan akhirnya tinggalah 10 survivor yang tidak dapat kembali ke darat karena kapal karam,” ujar Octavino, Rabu (17/5/2023).
Proses evakuasi dilakukan oleh tim gabungan yang turut serta dalam Operasi SAR ini antara lain Basarnas Surabaya, BPBD Surabaya, BPBD Provinsi Jatim, Damkar, Polrestabes Surabaya, Polairud Polda Jatim, PMI, Gerpik, dan FKPPAI. Diceritakannya meski proses evakuasi lumayan dramatis namun prosesnya berjalan lancar serta berhasil mengevakuasi kesemuanya tim survivor tersebut.
Pada awalnya satu perahu karet Basarnas dengan awak 3 rescuer Basarnas dan 1 orang dari BPBD diberangkatkan dari Mangrove Wonorejo dengan membawa air minum untuk survivor di lokasi kejadian.
“Jarak dari Mangrove ke Wonorejo ke lokasi kejadian sekitar 1 jam dengan mengingat permukaan air laut yang mulai surut, kita tidak bisa menurunkan perahu karet dari Pantai Kenjeran,” ucapnya.
Selanjutkan pukul 15.20 WIB perahu karet BPBD Surabaya diberangkatkan dengan membawa logistik untuk survivor. “Rencananya 1 perahu karet dari Damkar Surabaya juga akan diberangkatkan, sehingga dengan total 3 perahu karet tim SAR gabungan diberangkatkan untuk penjemputan 12 orang survivor,” ungkapnya.
Setelah dievakuasi dengan perahu karet, 12 orang survivor akan dievakuasi menuju posko tim SAR gabungan di Mangrove Wonorejo dan diantar menuju Dermaga Navigasi Pelabuhan Tanjung Perak untuk membersihkan diri.
“Saat ditemukan, satu diantara 10 survivor atas nama Low Bryan, mahasiswa dari Malaysia mengalami hipotermia. Kemudian tim SAR memberikan pertolongan pertama dengan mengahangatkan survivor menggunakan selimut,” jelasnya.
Berikut 10 survivor yang berhasil dievakuasi:
1. Low Bryan
2. Munawir
3. Annisa Fatma Hanifa
4. Luhung Pinaring Mahrestu
5. Chrystin Egarosalina Damayanti
6. drh Bilqisth Ari Putra
7. Yasir Alhafiizh
8. Syamsul Munirudin
9. Sanipah
10. Nabila Azzah Danitry.
(Din/RED)





