Ponorogo, BeritaTKP.com – Si jago merah melahap habis sebuah gudang toko mainan di perumahan Puri Setono, Kelurahan Setono, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, pada Minggu (9/4/2023) kemarin malam, sekitar pukul 19.00 WIB. Kebakaran tersebut diduga terjadi akibat terpercik kembang api lontar yang disulut anak-anak di sekitar rumah tersebut. Beruntung, korbaran api tidak sampai merembet ke rumah dekat gudang mainan itu.
“Saat kebakaran itu, saya sedang menjemput istri yang lagi buka bersama (bukber) dengan teman-temannya di daerah Sinduro. Rumah dan toko dijaga oleh anak saya yang berumur 9 tahun, biasanya juga seperti itu,” kata Harianto (38), pemilik gudang mainan yang terbakar tersebut, Senin (10/4/2023).

Menurut sudut pandang Hari, sebelum berangkat menjemput istrinya, ia sempat mendengar letusan kembang api turun dari atas gudang dan rumahnya. Tetapi, ia berfikir letusan tersebut tak sampai membakar gudangnya dan juga memang sudah biasa anak-anak bermain kembang api.
“Nah, saat dalam perjalanan itu, saya dikabari bahwa gudang terbakar. Ya saya pulang sekencang-kencangnya, sampai rumah gudang sudah terbakar dan mobil pemadam juga sudah ada,” katanya.
Hari mengatakan, anaknya yang menjaga rumah itu mendapati listrik rumahnya tiba-tiba padam. Sang anak kemudian mengecek ke belakang dan mendapati api sudah berkobar di dalam gudang. “Tahu gudang terbakar itu, anak saya nangis dan lari keluar rumah. Minta tolong warga dan jemaah masjid yang saat itu masih melaksanakan salat tarawih,” ungkapnya.
Beruntungnya, api tak sampai membakar rumah Hari yang memang melekat dengan gudang. Namun, seluruh isi gudang yang berisikan bahan-bahan kertas karton, sepeda, dan alat pertukangan hangus terbakar. Beberapa boneka yang di display di dekat gudang juga ikut terbakar. “Kerugian sekitar Rp20 jutaan,” pungkasnya.
Sementara itu, Kapolsek Jenangan IPTU Amrih Widodo membenarkan bahwa kebakaran itu diduga dipicu oleh percikan kembang api yang dinyalakan oleh anak-anak. Sehingga menyebabkan gudang yang beraksi kain serta material untuk pembuatan boneka itu terbakar.
Pihak kepolisian, kata Amrih pasca kebakaran itu langsung melakukan mediasi antara korban dan orang tua anak yang menyalakan kembang api yang menyebabkan kebakaran gudang itu.
Kedua pihak sepakat berdamai. Orangtua anak itu, sanggup memperbaiki kerugian yang disebabkan oleh kebakaran kembang api tersebut.
“Kita mengimbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati. Para orangtua untuk selalu mengawasi anak-anaknya yang menyalakan kembang api. Jangan sampai kejadian tadi malam terjadi lagi di tempat lain,” pungkasnya. (Din/RED)





